Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla

KRI Gajah Mada. (X)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan kapal induk pertama Indonesia yang merupakan hibah dari Angkatan Laut Italia, untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan dan berbagai bencana alam.

Kapal yang nantinya diberi nama KRI Gajah Mada tersebut saat ini tengah berlayar dari Italia menuju Indonesia. Kapal itu diperkirakan tiba di Indonesia pada 15-20 September 2026.

Prabowo mengatakan kapal tersebut tidak akan digunakan semata-mata sebagai kapal induk konvensional. Pemerintah akan memodifikasinya menjadi kapal induk helikopter yang juga dapat mendukung pengoperasian drone.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut, itu kita akan rubah menjadi kapal induk helikopter. Untuk drone," kata Prabowo.

Baca juga:

Prabowo Klaim Penanganan Bencana Lebih Cepat dan Masif, Pakai Kekuatan Nasional

KRI Gajah Mada Bisa Tampung 10 Helikopter

Menurut Prabowo, kapal tersebut memiliki kemampuan menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter yang dimaksud memiliki kapasitas angkut air beberapa ton dalam sekali operasi, sehingga dapat dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

"Dan itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, saya kira sejeni Black Hawk, Mi-17. Rata-rata bisa angkut 4-5 ton air," ujarnya.

Kemampuan tersebut dinilai dapat mempercepat respons pemerintah ketika terjadi kebakaran dalam skala besar.

Dengan menempatkan sejumlah helikopter sekaligus di atas kapal, armada udara dapat bergerak mendekati lokasi kebakaran dan melakukan operasi pemadaman secara lebih cepat.

Jadi kalau punya 10 heli segera merapat ke titik api terbanyak, ini akan sangat membantu respon kita,

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Disiapkan untuk Penanganan Berbagai Bencana

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem penanganan bencana yang lebih cepat dan terintegrasi.

Kapal induk helikopter nantinya tidak hanya diproyeksikan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana mobilisasi cepat ketika Indonesia menghadapi bencana lain yang membutuhkan dukungan udara dan logistik.

Baca juga:

Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian

Selain mengandalkan armada helikopter, Prabowo juga menyiapkan sejumlah langkah lain untuk memperkuat penanganan kebakaran dan bencana.

Pemerintah akan mengalokasikan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.

Kita nanti juga alokasikan pesawat untuk modifikasi cuaca, kemudian BRIN mengkaji zat apa paling efisien untuk paling cepat modifikasi cuaca,

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Drone Besar untuk Respons Awal

Di sisi lain, pemerintah juga akan mengembangkan penggunaan drone berukuran besar yang mampu membawa dan menjatuhkan air.

Teknologi tersebut dinilai dapat ditempatkan di wilayah terdepan sehingga dapat memberikan respons awal sebelum bantuan dalam skala lebih besar tiba.

Selanjutnya kita harus mengadakan drone yang bisa melempar air, ada drone besar sampai bisa angkut dan lempar air. Kalau ada di tempat terdepan lebih baik,

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dengan kombinasi kapal induk helikopter, pesawat modifikasi cuaca, dan drone pemadam, pemerintah ingin membangun pola respons bencana yang tidak hanya mengandalkan pengerahan personel setelah bencana terjadi.

Kemampuan pemadaman dan penanganan juga diarahkan untuk ditempatkan sedekat mungkin dengan titik bencana. (Pon)

#Presiden Prabowo Subianto #Mitigasi Bencana #Bencana Alam #KRI Gajah Mada
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Pilih Tenang Indonesia Diejek Negara Lain soal Karhutla, Prabowo: Kita Cool Saja
Prabowo menanggapi ejekan soal karhutla, menyinggung dugaan keterlibatan perusahaan asing, dan meminta catatan pelanggaran konsesi hingga 19 kali diperiksa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Pilih Tenang Indonesia Diejek Negara Lain soal Karhutla, Prabowo: Kita Cool Saja
Indonesia
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Karhutla, Satu Korporasi Diduga Terlibat 19 Kali
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan karhutla. Satu korporasi diduga terlibat dalam kasus serupa sebanyak 19 kali.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Karhutla, Satu Korporasi Diduga Terlibat 19 Kali
Indonesia
Canda Prabowo Bikin Pecah JIExpo: Letkol Ngatur Presiden Ini Gimana, Gue Ini Presiden, Ted!
Presiden Prabowo berseloroh saat diberi isyarat mengakhiri pidato oleh Seskab Teddy Indra Wijaya pada Rakornas TPAKD 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis 22 Oktober 2026.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
Canda Prabowo Bikin Pecah JIExpo: Letkol Ngatur Presiden Ini Gimana, Gue Ini Presiden, Ted!
Indonesia
Prabowo Beri Arahan ke Bakom RI, Syahganda Ungkap Pentingnya Serap Aspirasi Daerah
Syahganda Nainggolan menyebut Prabowo meminta Bakom RI mendengarkan aspirasi masyarakat hingga daerah dan membuka komunikasi dengan media lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Prabowo Beri Arahan ke Bakom RI, Syahganda Ungkap Pentingnya Serap Aspirasi Daerah
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Warga Minta Pemerintah Lebih Dengarkan Aspirasi Rakyat
Diskusi warga Palmerah menyoroti tekanan ekonomi rumah tangga, efektivitas program pemerintah, dan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Warga Minta Pemerintah Lebih Dengarkan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Presiden Prabowo Berulang Tahun, Prasetyo Hadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
Prasetyo Hadi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas ucapan selamat serta doa dalam rangka ulang tahun Presiden Prabowo Subianto.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Berulang Tahun, Prasetyo Hadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
Indonesia
Wagub Rano Minta Sekolah Jakarta Rutin Simulasi Gempa Bumi
Langkah tersebut diambil demi memastikan fasilitas pendidikan tidak hanya layak dan nyaman, tetapi juga aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Wagub Rano Minta Sekolah Jakarta Rutin Simulasi Gempa Bumi
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Bagikan