MERAHPUTIH.COM — SEPEKAN setelah banjir bandang besar menerjang, Angkatan Darat Nepal terus melakukan penyelamatan. Data terkini menyebut sebanyak 119 orang diselamatkan melalui operasi udara setelah banjir mematikan melanda negara tersebut. Penyelamatan dilakukan hampir sepekan setelah bencana yang melanda Nepal dan wilayah Tibet yang berbatasan dengannya. Banjir bandang tercatat menewaskan lebih dari 1.000 orang, sedangkan lebih dari 3.900 orang masih dinyatakan hilang.
Juru bicara Angkatan Darat Nepal sebelumnya mengatakan seorang pria asal Inggris termasuk di antara orang-orang yang diselamatkan, bersama 118 warga Nepal yang terdiri dari 44 perempuan dan 74 laki-laki.
Lebih dari 600 pekerja diyakini masih terjebak di jaringan terowongan luas yang dipenuhi lumpur di sejumlah lokasi pembangkit listrik tenaga air di sepanjang Sungai Trishuli. Mereka termasuk di antara ribuan orang yang masih hilang.
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan pada Senin bahwa 279 orang diselamatkan dari lokasi-lokasi tersebut. Operasi penyelamatan dipimpin tim internasional yang terdiri dari personel militer China dan Nepal. Para ahli dari India, Korea Selatan, dan Australia juga terlibat dalam operasi tersebut.
Baca juga:
Pada Selasa, Dewan Pariwisata Nepal mengatakan pihaknya telah menyelamatkan 330 warga negara asing secara keseluruhan.
Banjir terjadi pada Rabu (26/8) dini hari di Rasuwa, wilayah yang terletak tepat di sebelah utara Kathmandu, ibu kota Nepal.
Informasi awal menunjukkan bencana tersebut mungkin disebabkan gempa bumi. Namun, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan analisis tambahan menunjukkan energi seismik tersebut justru dihasilkan tanah longsor.
USGS mengatakan peristiwa seismik berkekuatan 5,2 magnitudo yang runtuhnya gletser dan aliran material longsoran terjadi di dekat perbatasan pada pukul 08.37 waktu setempat.(dwi)
Baca juga:
2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan