Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
 Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang

Banjir bandang menerjang Grand Canyon.(foto: dok NPS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BANJIR bandang menyapu sejumlah wilayah di Grand Canyon, Amerika Serikat, Sabtu (29/8). National Park Service (NPS) menyebut satu orang tewas dan 15 lainnya masih hilang dalam bencana tersebut.

Banjir bandang menerjang Bright Angel Canyon dan kawasan Phantom Ranch pada Sabtu sore. Banjir tersebut menghancurkan sejumlah jembatan penyeberangan dan menghanyutkan bongkahan batu besar ke arah hilir.

Dalam pernyataan pihak taman nasional, dikutip CBS News, jenazah seorang pria berusia 46 tahun ditemukan pada Minggu (30/8) malam di dekat Crystal Rapids, di sepanjang Sungai Colorado. Hingga kini, sebanyak 62 orang dievakuasi melalui jalur udara dari kawasan tersebut.

"Semua ini benar-benar mengerikan. Awalnya hari itu sangat indah, lalu tiba-tiba orang-orang berteriak dan berlarian,” kata Nikki Baggs, 41, salah seorang korban yang dievakuasi melalui jalur udara dari dasar Grand Canyon bersama dua temannya.

Baca juga:

3.000 Orang Dinyatakan Hilang Dalam Banjir Bandang di Nepal, Korban Tewas Ditemukan di Perbatasan India



Baggs mengatakan ia dan kedua temannya baru saja menaruh barang-barang mereka di sebuah kabin di Phantom Ranch, penginapan terpencil yang berada di dasar Grand Canyon, ketika mereka memutuskan keluar untuk menikmati cuaca cerah. Namun, tanpa mereka sadari, air bah tiba-tiba menerjang kawasan tersebut.

Begitu hujan turun, Baggs dan kedua temannya segera menuju tempat yang lebih tinggi. Mereka sempat duduk di sebuah meja piknik sebelum petugas taman berteriak agar mereka kembali berlari menuju tepian lain yang lebih tinggi. Mereka kemudian bertahan di sana bersama sejumlah orang lainnya selama berjam-jam hingga akhirnya dievakuasi sekitar pukul 21.30 waktu setempat.

Baggs mengatakan ia dan kedua temannya sebelumnya sudah menantikan makan malam steak di Phantom Ranch. Namun, setelah kejadian tersebut, mereka hanya bersyukur masih hidup berkat respons cepat para petugas taman. "Ini benar-benar upaya yang terkoordinasi dengan sangat baik. Itulah yang membuat kami merasa aman dalam situasi yang sebenarnya sangat tidak aman,” katanya.

Baggs mengatakan ia dan kedua temannya menyaksikan dari tempat yang lebih tinggi ketika jembatan-jembatan tersapu arus banjir.



15 Orang masih Hilang



Dalam pernyataan awalnya, NPS mengatakan sedang mencari informasi mengenai lebih dari 20 orang yang diduga hilang atau belum diketahui keberadaannya. Namun, jumlah tersebut kemudian direvisi menjadi sekitar 15 orang. NPS mengatakan banjir menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah. Sejumlah jalur pendakian di kawasan tersebut juga telah ditutup.

Penginapan untuk tamu yang bermalam di South Rim akan dihentikan mulai Senin hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan tersebut diambil setelah banjir menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur air di taman nasional tersebut.

NPS meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan pendaki atau backpacker yang berada di kawasan dalam Grand Canyon, khususnya di sepanjang koridor Bright Angel Creek pada Sabtu, untuk segera menghubungi pihak berwenang.



Potensi Banjir Susulan




NPS juga memperingatkan bahwa badai petir dan hujan deras masih diperkirakan terjadi pada Minggu dan Senin. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir bandang tambahan, aliran material longsoran, jatuhan batu, serta perubahan kondisi jalur dan sungai.

Grand Canyon merupakan salah satu taman nasional paling populer di Amerika Serikat. Kawasan ini dikunjungi sekitar lima juta orang setiap tahun. Bright Angel Trail menjadi salah satu jalur pendakian paling populer di kawasan Grand Canyon.(dwi)

Baca juga:

Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan

#Grand Canyon #Banjir Bandang #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Bagikan