Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
 Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan

Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @trendand.truth)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KORBAN tewas dalam bencana banjir bandang Nepal melonjak menjadi 469, Jumat (28/8). Tim penyelamat bekerja menembus lumpur dan puing-puing di sejumlah wilayah yang hancur akibat banjir bandang dahsyat di kawasan Himalaya, perbatasan Nepal dan China. Namun, banjir susulan masih mengancam dari adanya danau baru terbentuk dan kini meluap.

Kepolisian Nepal pada Jumat pagi melaporkan jumlah korban tewas di negara tersebut mencapai 469 orang, naik dari 390 orang sehari sebelumnya. Tim penyelamat masih menemukan jenazah di antara timbunan puing dan lumpur. Namun, China belum memperbarui laporan jumlah korban tewas di Tibet, yang masih tercatat tiga orang. Secara keseluruhan, kedua negara melaporkan lebih dari 1.500 orang masih hilang.

Baca juga:

Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah



Potensi Banjir Susulan




Di tengah usaha pencarian korban, otoritas Nepal dan China memperingatkan potensi banjir susulan akibat sebuah danau yang terbentuk di bagian hulu setelah bencana pada Rabu (26/8). Danau tersebut kini telah meluap.

Warga di wilayah yang berpotensi terdampak diminta segera berpindah ke tempat yang lebih aman. Kementerian Sumber Daya Air China mengatakan pada Kamis (27/8) bahwa danau tersebut menampung sekitar 2 juta meter kubik air dan diperkirakan akan menerima tambahan sekitar 3 juta meter kubik air dalam tiga hari berikutnya.

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan pada Jumat pagi bahwa tanggul alami danau tersebut berjarak lebih dari 10 kilometer dari Pelabuhan Gyirong, titik perlintasan perbatasan dengan Nepal yang sebelumnya dilanda lumpur dan air bah. CCTV melaporkan danau tersebut berada pada ketinggian 2.950 meter di atas permukaan laut, atau sekitar 1.000 meter lebih tinggi jika dibandingkan dengan Pelabuhan Gyirong.

Angkatan Darat Nepal mengatakan telah mengirim sebuah tim ke kawasan perbatasan untuk memeriksa kondisi Sungai Bhotekoshi di tengah potensi terjadinya banjir lebih lanjut.


Baca juga:

4.000 Personel Militer Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang di Nepal, 100 Warga China Masih Hilang


Ribuan Orang Dievakuasi




Otoritas Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Bencana Nepal mengatakan pada Jumat bahwa sebanyak 3.253 orang dievakuasi menggunakan helikopter dari wilayah yang terdampak bencana. Para penyintas banjir, termasuk mereka yang mengalami luka-luka, dibawa ke Kathmandu dan sejumlah lokasi lainnya.

Warga negara asing dari berbagai negara juga termasuk di antara mereka yang dinyatakan hilang. Banyak di antaranya merupakan pendaki atau peziarah.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal Brigadir Jenderal Raja Ram Basnet mengatakan kepada The Associated Press bahwa sebuah tim dikerahkan pada Jumat ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1 di dekat perbatasan Nepal-China setelah muncul laporan mengenai orang-orang yang terjebak di dalam sebuah terowongan.

"Rumit untuk menemukan titik masuk dan keluar terowongan karena semuanya tertutup lumpur. Prioritas pertama kami adalah menyelamatkan orang-orang yang terjebak,” kata Basnet.

Video yang merekam bencana tersebut memperlihatkan air bah menghancurkan bangunan, jembatan, dan kendaraan, saat warga berlari menghindari terjangan air setinggi beberapa lantai. Setelah banjir surut, pecahan beton terlihat berserakan dan terbalik di hamparan lumpur berwarna cokelat. Lumpur juga menutupi bangunan dan mengubur jalan-jalan.

Baca juga:

Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal


Batuan di Bawah Gletser yang Runtuh Diduga Picu Banjir



Banjir bandang dahsyat yang melanda perbatasan Nepal dan China tersebut diduga dipicu runtuhan batuan di bawah gletser. Para ilmuwan yang mempelajari citra satelit mengatakan lapisan batuan dasar di bawah sebuah gletser di kawasan tinggi Himalaya telah runtuh dan membawa sebagian gletser bersamanya.

Runtuhan batuan dan air lelehan gletser kemudian meningkatkan volume air di sungai-sungai yang mengalir di lembah di bawahnya.

Kondisi tersebut memicu gelombang air deras yang menyapu bangunan, jembatan, serta material tanah dan membawanya ke wilayah yang lebih rendah.(dwi)

Baca juga:

Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal

#Nepal #Banjir Bandang #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Bagikan