2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
  2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan

Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @europa_sin_filtro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — OTORITAS Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) menyebut jumlah orang yang dilaporkan hilang di Nepal meningkat menjadi 1.924 orang. Sebanyak 15.000 personel keamanan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Menurut otoritas tersebut, angka itu mencakup 517 warga negara asing. Sebelumnya, kepolisian Nepal menyampaikan bahwa 575 warga negara asing dilaporkan hilang. Data dari NDRRMA dikeluarkan sekitar dua jam setelah data yang dirilis kepolisian. Angka yang dilaporkan kepolisian tersebut naik dari pembaruan dalam enam jam.

Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara, termasuk 183 warga India, 65 warga Amerika Serikat, dan 62 warga Ukraina. Sebanyak 33 warga negara Inggris juga dilaporkan hilang.

Selain itu, 149 warga negara Nepal yang merupakan wisatawan di wilayah tersebut juga belum ditemukan.

Baca juga:

Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan



Keluarga di Berbagai Negara Menanti Kabar Orang Hilang




Rajan Tamang, pemilik restoran di New York City, mengatakan ia mendapat kabar dari keluarganya di Kathmandu bahwa ibu dan saudara perempuannya termasuk di antara korban tewas. Sementara itu, banyak kerabat dan teman lainnya masih dinyatakan hilang.

"Keluarga saya baru saja bangun dan mereka bahkan belum mendapatkan informasi apa pun. Tiba-tiba banjir ini datang. Beberapa dari mereka hilang, beberapa kehilangan nyawa, dan hanya sedikit yang masih hidup," kata Tamang, dikutip The Associated Press.

Vishnuram Ramaswamy, yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Puducherry, India bagian selatan, mengatakan ia terakhir kali berbicara dengan ibu dan dua saudara perempuannya yang sedang melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash pada Rabu pukul 09.00.

"Ibu saya mengatakan mereka sedang dalam perjalanan menuju kawasan perbatasan dan akan sampai di hotel lalu menelepon kami. Itu percakapan terakhir kami. Sejak saat itu, mereka tidak bisa dihubungi,” katanya.

Ramaswamy mengatakan ia terus berkomunikasi dengan pejabat pemerintah Nepal dan India serta agen perjalanan yang mengatur perjalanan keluarganya. Namun, hingga kini ia belum menerima informasi mengenai keberadaan mereka. "Ini pertama kalinya mereka melakukan perjalanan ziarah ini dan itu merupakan sesuatu yang selalu ingin dilakukan ibu saya," ujarnya.

Sebagian orang yang dinyatakan hilang diduga sedang melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash di Tibet, yang merupakan situs suci bagi umat Hindu, Buddha, dan penganut agama lainnya. Sebanyak 77 orang dari salah satu kelompok peziarah dilaporkan terjebak dalam banjir di kantor imigrasi perbatasan. Informasi tersebut disampaikan guru spiritual India Jaggi Vasudev, yang juga dikenal sebagai Sadhguru, melalui unggahan di X.

Dewan Pariwisata Nepal mengatakan lebih dari 500 warga negara asing termasuk di antara orang-orang yang dinyatakan hilang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bencana banjir tersebut sangat mengerikan untuk disaksikan. Ia menggambarkan bagaimana bangunan-bangunan yang kuat dan kokoh tersapu begitu saja seolah-olah terbuat dari tusuk gigi.

Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan pemerintah AS telah berbicara dengan para pemimpin Nepal dan menawarkan bantuan apa pun yang mereka inginkan.(dwi)

Baca juga:

Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah

#Nepal #Bencana Alam #Banjir Bandang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Bagikan