2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan

Dwi AstariniDwi Astarini - 53 menit lalu
  2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan

Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @europa_sin_filtro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — OTORITAS Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) menyebut jumlah orang yang dilaporkan hilang di Nepal meningkat menjadi 1.924 orang. Sebanyak 15.000 personel keamanan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Menurut otoritas tersebut, angka itu mencakup 517 warga negara asing. Sebelumnya, kepolisian Nepal menyampaikan bahwa 575 warga negara asing dilaporkan hilang. Data dari NDRRMA dikeluarkan sekitar dua jam setelah data yang dirilis kepolisian. Angka yang dilaporkan kepolisian tersebut naik dari pembaruan dalam enam jam.

Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara, termasuk 183 warga India, 65 warga Amerika Serikat, dan 62 warga Ukraina. Sebanyak 33 warga negara Inggris juga dilaporkan hilang.

Selain itu, 149 warga negara Nepal yang merupakan wisatawan di wilayah tersebut juga belum ditemukan.

Baca juga:

Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan



Keluarga di Berbagai Negara Menanti Kabar Orang Hilang




Rajan Tamang, pemilik restoran di New York City, mengatakan ia mendapat kabar dari keluarganya di Kathmandu bahwa ibu dan saudara perempuannya termasuk di antara korban tewas. Sementara itu, banyak kerabat dan teman lainnya masih dinyatakan hilang.

"Keluarga saya baru saja bangun dan mereka bahkan belum mendapatkan informasi apa pun. Tiba-tiba banjir ini datang. Beberapa dari mereka hilang, beberapa kehilangan nyawa, dan hanya sedikit yang masih hidup," kata Tamang, dikutip The Associated Press.

Vishnuram Ramaswamy, yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Puducherry, India bagian selatan, mengatakan ia terakhir kali berbicara dengan ibu dan dua saudara perempuannya yang sedang melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash pada Rabu pukul 09.00.

"Ibu saya mengatakan mereka sedang dalam perjalanan menuju kawasan perbatasan dan akan sampai di hotel lalu menelepon kami. Itu percakapan terakhir kami. Sejak saat itu, mereka tidak bisa dihubungi,” katanya.

Ramaswamy mengatakan ia terus berkomunikasi dengan pejabat pemerintah Nepal dan India serta agen perjalanan yang mengatur perjalanan keluarganya. Namun, hingga kini ia belum menerima informasi mengenai keberadaan mereka. "Ini pertama kalinya mereka melakukan perjalanan ziarah ini dan itu merupakan sesuatu yang selalu ingin dilakukan ibu saya," ujarnya.

Sebagian orang yang dinyatakan hilang diduga sedang melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash di Tibet, yang merupakan situs suci bagi umat Hindu, Buddha, dan penganut agama lainnya. Sebanyak 77 orang dari salah satu kelompok peziarah dilaporkan terjebak dalam banjir di kantor imigrasi perbatasan. Informasi tersebut disampaikan guru spiritual India Jaggi Vasudev, yang juga dikenal sebagai Sadhguru, melalui unggahan di X.

Dewan Pariwisata Nepal mengatakan lebih dari 500 warga negara asing termasuk di antara orang-orang yang dinyatakan hilang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bencana banjir tersebut sangat mengerikan untuk disaksikan. Ia menggambarkan bagaimana bangunan-bangunan yang kuat dan kokoh tersapu begitu saja seolah-olah terbuat dari tusuk gigi.

Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan pemerintah AS telah berbicara dengan para pemimpin Nepal dan menawarkan bantuan apa pun yang mereka inginkan.(dwi)

Baca juga:

Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah

#Nepal #Bencana Alam #Banjir Bandang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara.
Dwi Astarini - 53 menit lalu
  2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Dunia
Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Tim penyelamat masih menemukan jenazah di antara timbunan puing dan lumpur.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
 Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Dunia
4.000 Personel Militer Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang di Nepal, 100 Warga China Masih Hilang
Kedutaan Besar China di Nepal saat ini sedang melakukan verifikasi lebih lanjut dengan pemerintah Nepal.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
4.000 Personel Militer Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang di Nepal, 100 Warga China Masih Hilang
Dunia
Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Sebagian besar bagian ujung gletser runtuh dan memicu peristiwa tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
   Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Indonesia
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal bertambah menjadi 558 orang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Indonesia
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana
Presiden Prabowo Subianto baru kunjungi NTT pada hari ke-11 pascagempa Flores agar penanganan darurat tidak terganggu seremonial pejabat pusat.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana
Dunia
Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Prabowo mengatakan pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki gudang dan persediaan makanan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Bagikan