Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana

Presiden Prabowo Subianto di NTT/ Setpres

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya tidak langsung mendatangi wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahap awal penanganan bencana.

Kepala Negara memang baru pertama kali menginjakkan kaki di bumi NTT, Rabu (26/8) kemarin, untuk mengecek langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak bencana. Atau sekitar 11 hari setelah terjadinya gempa dahsyat magnitudo 7,4 pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.

Baca juga:

Semalam Menginap di Bali, Presiden Prabowo Bertolak Tinjau Korban Gempa NTT Hari Ini

Prabowo mengatakan, keputusan tersebut diambil agar jajaran pemerintah di daerah maupun pusat dapat bekerja tanpa terganggu agenda kunjungan pejabat. Menurut dia, dalam situasi darurat, perhatian pemerintah harus sepenuhnya diarahkan pada kebutuhan masyarakat terdampak.

Saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,

Presiden Prabowo Subianto, saat memimpin rapat penanganan gempa di Nagekeo, NTT, Rabu (27/8).

Kunjungan Pejabat Pusat Saat Bencana Kerap Ganggu Konsentrasi Daerah

Menurut Prabowo, kedatangan banyak pejabat pusat ke daerah bencana dalam waktu bersamaan justru dapat menambah beban bagi pemerintah daerah dan petugas yang sedang menangani kondisi darurat.

Prabowo menilai pejabat daerah seharusnya tidak terlalu banyak tersita waktunya untuk menyambut atau mendampingi kunjungan pejabat dari pusat.

“Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya,” imbuh Presiden.



Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan masyarakat korban gempa di NTT. Foto: Setpres

Kunjungan Pejabat ke Lokasi Bencana Bukan Cuma Melihat Kondisi

Presdian menekankan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak harus memberikan manfaat nyata.

Kunjungan ke lokasi bencana, lanjut Prabowo, tidak cukup hanya untuk melihat kondisi, tetapi harus disertai dengan langkah konkret berupa pelayanan dan pengiriman bantuan.

“Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif,” ujarnya.

Baca juga:

Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan

Karena itu, pemerintah pusat memilih memperkuat pemantauan dari pusat sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan dapat segera dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan.

“Tapi kita terus memonitor dan yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Itu yang paling penting,” tandas Prabowo. (Knu)

#Prabowo Subianto #Gempa NTT #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Indonesia
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Kampung Ambon dan Boncos digerebek polisi. Hal itu berdasarkan perintah langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Indonesia
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
IWIP dan IMIP memiliki kapasitas listrik yang melampaui Singapura. Lalu, apa dampaknya bagi industri EV?
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Presiden Prabowo Subianto (tengah) meluncurkan program hilirisasi di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis 8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Pemerintah Belum Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran, Masih Tunggu Perkembangan
Istana belum bahas putusan MK soal ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Hal itu diungkapkan Wamensesneg, Bambang Eko Suhariyanto.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Pemerintah Belum Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran, Masih Tunggu Perkembangan
Indonesia
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meluncurkan 11 proyek hilirisasi di IWIP Maluku Utara. Nantinya, ada ekspor perdana baterai EV.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Bagikan