Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana

Wisnu CiptoWisnu Cipto - 34 menit lalu
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana

Presiden Prabowo Subianto di NTT/ Setpres

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya tidak langsung mendatangi wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahap awal penanganan bencana.

Kepala Negara memang baru pertama kali menginjakkan kaki di bumi NTT, Rabu (26/8) kemarin, untuk mengecek langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak bencana. Atau sekitar 11 hari setelah terjadinya gempa dahsyat magnitudo 7,4 pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.

Baca juga:

Semalam Menginap di Bali, Presiden Prabowo Bertolak Tinjau Korban Gempa NTT Hari Ini

Prabowo mengatakan, keputusan tersebut diambil agar jajaran pemerintah di daerah maupun pusat dapat bekerja tanpa terganggu agenda kunjungan pejabat. Menurut dia, dalam situasi darurat, perhatian pemerintah harus sepenuhnya diarahkan pada kebutuhan masyarakat terdampak.

Saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,

Presiden Prabowo Subianto, saat memimpin rapat penanganan gempa di Nagekeo, NTT, Rabu (27/8).

Kunjungan Pejabat Pusat Saat Bencana Kerap Ganggu Konsentrasi Daerah

Menurut Prabowo, kedatangan banyak pejabat pusat ke daerah bencana dalam waktu bersamaan justru dapat menambah beban bagi pemerintah daerah dan petugas yang sedang menangani kondisi darurat.

Prabowo menilai pejabat daerah seharusnya tidak terlalu banyak tersita waktunya untuk menyambut atau mendampingi kunjungan pejabat dari pusat.

“Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya,” imbuh Presiden.



Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan masyarakat korban gempa di NTT. Foto: Setpres

Kunjungan Pejabat ke Lokasi Bencana Bukan Cuma Melihat Kondisi

Presdian menekankan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak harus memberikan manfaat nyata.

Kunjungan ke lokasi bencana, lanjut Prabowo, tidak cukup hanya untuk melihat kondisi, tetapi harus disertai dengan langkah konkret berupa pelayanan dan pengiriman bantuan.

“Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif,” ujarnya.

Baca juga:

Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan

Karena itu, pemerintah pusat memilih memperkuat pemantauan dari pusat sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan dapat segera dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan.

“Tapi kita terus memonitor dan yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Itu yang paling penting,” tandas Prabowo. (Knu)

#Prabowo Subianto #Gempa NTT #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana
Presiden Prabowo Subianto baru kunjungi NTT pada hari ke-11 pascagempa Flores agar penanganan darurat tidak terganggu seremonial pejabat pusat.
Wisnu Cipto - 34 menit lalu
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana
Merah Putih Kasih
Gubernur NTT: Dukungan JHL Foundation Bagi Korban Gempa Bukti Solidaritas Bangsa
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) yang selama hampir sepekan bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa Flores.
Wisnu Cipto - 1 jam, 9 menit lalu
Gubernur NTT: Dukungan JHL Foundation Bagi Korban Gempa Bukti Solidaritas Bangsa
Dunia
Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
JHL Foundation Salurkan Paket Sembako, Bantu Warga Korban Gempa di Desa Wolomasi Ende
Bantuan sengaja disalurkan langsung ke wilayah terdampak agar dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
JHL Foundation Salurkan Paket Sembako, Bantu Warga Korban Gempa di Desa Wolomasi Ende
Indonesia
Presiden Prabowo Kunjungi Posko Pengungsian Nagekeo NTT, Warga Apresiasi Respons Pemerintah
Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang turun menjalankan misi kemanusiaan menilai respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak berlangsung cepat. 

Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Kunjungi Posko Pengungsian Nagekeo NTT, Warga Apresiasi Respons Pemerintah
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Prabowo mengatakan pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki gudang dan persediaan makanan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Indonesia
Bantuan Beras ke Korban Gempa NTT Capai Rp 139 Miliar, Dapat 5 Kg Per Jiwa Untuk 14 Hari Tanggap Darurat
Adapun 9,98 ribu ton tersebut terdiri dari alokasi 1,32 ribu ton yang merupakan program bantuan bencana dan 8,65 ribu ton yang merupakan program bantuan pangan beras reguler.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Bantuan Beras ke Korban Gempa NTT Capai Rp 139 Miliar, Dapat 5 Kg Per Jiwa Untuk 14 Hari Tanggap Darurat
Indonesia
Bupati Manggarai Apresiasi JHL Foundation, Bantuan Jangkau Warga Terdampak Gempa di Flores
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, mengapresiasi bantuan JHL Foundation yang menjangkau warga terdampak gempa di Flores, NTT.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
Bupati Manggarai Apresiasi JHL Foundation, Bantuan Jangkau Warga Terdampak Gempa di Flores
Indonesia
Prabowo ke Kabupaten Nagekeo Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Prabowo ke Kabupaten Nagekeo Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
Bagikan