Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang

Dwi AstariniDwi Astarini - 56 menit lalu
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang

Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @europa_sin_filtro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BANJIR bandang menerjang Nepal, Rabu (26/8). Air bah menghantam Rasuwa, di bagian utara ibu kota Nepal, Kathmandu. Belum diketahui pasti hal yang menyebabkan banjir besar kali ini. Namun, banjir bandang mematikan di sungai yang sama tahun lalu akhirnya diketahui disebabkan jebolnya sebuah danau glasial.

Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.

Seperti dilansir BBC, kantor Perdana Menteri Nepal mengonfirmasi 95 jenazah telah ditemukan sejauh ini. Sebelumnya, kepolisian Nepal melaporkan angka korban tewas yang sama. Upaya pencarian, penyelamatan, dan evakuasi masih terus berlangsung.

Baca juga:

Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak


Dewan Pariwisata Data Wisatawan yang Hilang




Nepal merupakan destinasi populer bagi pendaki gunung, wisatawan trekking, serta umat Hindu dan Buddha yang melakukan ziarah ke tempat-tempat suci. Ribuan orang mengunjungi Nepal setiap tahun untuk berdoa di berbagai situs keagamaan.

Saat ini merupakan musim ramai bagi wisatawan yang mengunjungi Gunung Kailash, yang terletak di Prefektur Ngari, Tibet, wilayah yang berada di bawah kendali China. Perjalanan menuju kawasan tersebut dari Kathmandu memakan waktu sekitar 10 hari. Ribuan peziarah melintasi perbatasan Nepal menuju Tibet untuk mengunjungi tempat-tempat suci tersebut.

Kini, pejabat Dewan Pariwisata Nepal mengatakan ratusan peziarah, termasuk lebih dari 100 warga India, masih dinyatakan hilang. Pos perbatasan Nepal-Tibet di Gyirong, yang dihantam gelombang lumpur dan air, merupakan salah satu jalur perbatasan yang populer bagi para peziarah.

Dewan Pariwisata Nepal pada Rabu menyatakan sebanyak 403 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 62 warga Nepal dan 341 warga negara asing. Dewan Pariwisata Nepal mengatakan, dari total orang yang masih hilang, 200 merupakan perempuan dan 203 laki-laki.

Warga negara asing yang hilang diketahui berasal dari 26 negara berbeda. Dari India, sebanyak 133 orang dilaporkan hilang. Sementara itu, 47 orang berasal dari Amerika Serikat dan 33 orang dari Inggris.

Menurut Dewan Pariwisata Nepal, yang mengutip informasi dari operator tur, sebagian besar penumpang tersebut sedang dalam perjalanan menuju Mansarovar, kawasan yang berada dekat perbatasan India dan Nepal.



Seluruh Negeri Terkejut dan Berduka




Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan ia merasa sangat terpukul setelah banjir bandang mematikan melanda negaranya.

"Seluruh negeri terkejut dan sangat terpukul oleh jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda,” kata Shah dalam unggahan di media sosial.

Ia menggambarkan bencana tersebut sebagai kejadian yang tiba-tiba dan dahsyat serta menyampaikan penghormatan dan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta.

Shah mengatakan pemerintah segera mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk melakukan operasi penyelamatan tanpa penundaan.(dwi)

Baca juga:

Heboh Istilah 'Nepo Kids' yang Jadi Penyebab Demo di Nepal, Apa Makna Sebenarnya?

#Nepal #Banjir Bandang #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal.
Dwi Astarini - 56 menit lalu
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - 1 jam, 13 menit lalu
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Prabowo mengatakan pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki gudang dan persediaan makanan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Indonesia
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Gempa susulan di Flores kini mulai menurun. Namun, BNPB tetap mengingatkan warga agar tetap waspada.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Indonesia
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan hingga Minggu (23/8) total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Indonesia
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Korban gempa NTT kini masih terus bertambah. Kini, ada 83 orang meninggal dunia dan 110.875 jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Indonesia
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
JHL Foundation menjadi yang pertama menyalurkan bantuan untuk warga Desa Bhera, Sikka, NTT.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
Indonesia
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Angka itu berasal dari kajian Damage and Loss Assessment (DALA) Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan Rp 5,8 miliar untuk korban gempa NTT. Distribusi bantuan segera dilakukan.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Bagikan