Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang

Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @europa_sin_filtro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BANJIR bandang menerjang Nepal, Rabu (26/8). Air bah menghantam Rasuwa, di bagian utara ibu kota Nepal, Kathmandu. Belum diketahui pasti hal yang menyebabkan banjir besar kali ini. Namun, banjir bandang mematikan di sungai yang sama tahun lalu akhirnya diketahui disebabkan jebolnya sebuah danau glasial.

Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.

Seperti dilansir BBC, kantor Perdana Menteri Nepal mengonfirmasi 95 jenazah telah ditemukan sejauh ini. Sebelumnya, kepolisian Nepal melaporkan angka korban tewas yang sama. Upaya pencarian, penyelamatan, dan evakuasi masih terus berlangsung.

Baca juga:

Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak


Dewan Pariwisata Data Wisatawan yang Hilang




Nepal merupakan destinasi populer bagi pendaki gunung, wisatawan trekking, serta umat Hindu dan Buddha yang melakukan ziarah ke tempat-tempat suci. Ribuan orang mengunjungi Nepal setiap tahun untuk berdoa di berbagai situs keagamaan.

Saat ini merupakan musim ramai bagi wisatawan yang mengunjungi Gunung Kailash, yang terletak di Prefektur Ngari, Tibet, wilayah yang berada di bawah kendali China. Perjalanan menuju kawasan tersebut dari Kathmandu memakan waktu sekitar 10 hari. Ribuan peziarah melintasi perbatasan Nepal menuju Tibet untuk mengunjungi tempat-tempat suci tersebut.

Kini, pejabat Dewan Pariwisata Nepal mengatakan ratusan peziarah, termasuk lebih dari 100 warga India, masih dinyatakan hilang. Pos perbatasan Nepal-Tibet di Gyirong, yang dihantam gelombang lumpur dan air, merupakan salah satu jalur perbatasan yang populer bagi para peziarah.

Dewan Pariwisata Nepal pada Rabu menyatakan sebanyak 403 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 62 warga Nepal dan 341 warga negara asing. Dewan Pariwisata Nepal mengatakan, dari total orang yang masih hilang, 200 merupakan perempuan dan 203 laki-laki.

Warga negara asing yang hilang diketahui berasal dari 26 negara berbeda. Dari India, sebanyak 133 orang dilaporkan hilang. Sementara itu, 47 orang berasal dari Amerika Serikat dan 33 orang dari Inggris.

Menurut Dewan Pariwisata Nepal, yang mengutip informasi dari operator tur, sebagian besar penumpang tersebut sedang dalam perjalanan menuju Mansarovar, kawasan yang berada dekat perbatasan India dan Nepal.



Seluruh Negeri Terkejut dan Berduka




Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan ia merasa sangat terpukul setelah banjir bandang mematikan melanda negaranya.

"Seluruh negeri terkejut dan sangat terpukul oleh jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda,” kata Shah dalam unggahan di media sosial.

Ia menggambarkan bencana tersebut sebagai kejadian yang tiba-tiba dan dahsyat serta menyampaikan penghormatan dan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta.

Shah mengatakan pemerintah segera mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk melakukan operasi penyelamatan tanpa penundaan.(dwi)

Baca juga:

Heboh Istilah 'Nepo Kids' yang Jadi Penyebab Demo di Nepal, Apa Makna Sebenarnya?

#Nepal #Banjir Bandang #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Dunia
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Nepal sedang menyusun RUU baru yang melarang pendaki tanpa pengalaman ketinggian ekstrem 7.000 meter untuk mendaki Gunung Everest. Simak syarat lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Bagikan