JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT

JHL Foundation beri bantuan untuk warga Desa Bhera NTT. Foto: MerahPutih/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- JHL Foundation Yayasan Merah Putih Kasih Peduli menjadi organisasi pertama yang datang ke Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8).

Kedatangan tersebut untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa. Sebanyak 60 paket bantuan disalurkan kepada warga.

Baca juga:

Bantuan untuk Korban Gempa Flores Terus Bergerak, JHL Foundation Fokus Salurkan Sembako

JHL Foundation Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Bhera Sikka

JHL Foundation salurkan bantuan untuk warga Sikka NTT
JHL Foundation salurkan bantuan untuk warga Sikka NTT. Foto: MerahPutih/Kanu

Setiap paket berisi beras 5 kilogram, telur, mi instan, dan terpal untuk membantu kebutuhan masyarakat di tengah kondisi pascagempa.

Kehadiran JHL Foundation disambut sukacita oleh warga Desa Bhera. Mereka mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian Pembina Yayasan Merah Putih Kasih Peduli, Jerry Hermawan Lo, serta JHL Group yang hadir langsung memberikan bantuan.

Terima kasih kepada Bapak Jerry Hermawan Lo dan JHL Group yang sudah datang membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama saat kondisi seperti sekarang.

ujar salah seorang warga

Sementara itu, warga lainnya mengaku, bahwa bantuan kemanusiaan tersebut membuat mereka merasa diperhatikan di tengah situasi sulit pascagempa.

“Kami sangat bersyukur ada yang datang membantu. Beras, telur, mi instan dan terpal ini sangat kami butuhkan. Semoga kebaikan JHL Group dibalas dengan berkat yang berlimpah,” katanya.

Baca juga:

Tiba di Maumere, Tim Merah Putih Media dan JHL Langsung Bergerak Salurkan Bantuan Korban Gempa Flores

Warga Sikka NTT Masih Khawatir Tinggal di Dalam Rumah

Pascagempa, sebagian warga masih khawatir tinggal di dalam rumah. Mereka memilih tidur di bangunan semi permanen yang didirikan di luar rumah, karena merasa lebih aman.

Sekarang kami masih takut tidur di dalam rumah. Kami memilih tidur di luar menggunakan bangunan sementara. Terpal yang diberikan ini sangat membantu kami.

ujar warga tersebut

Bagi masyarakat Desa Bhera, kedatangan JHL Foundation menjadi bentuk kepedulian nyata di tengah kondisi yang masih penuh kekhawatiran.

Warga berharap, bantuan kemanusiaan dapat terus diberikan kepada masyarakat terdampak gempa, khususnya mereka yang masih membutuhkan kebutuhan pangan dan perlengkapan untuk tempat tinggal sementara. (knu)

#Jhl Foundation #Bantuan Kemanusiaan #Gempa NTT #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
ShowBiz
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Bukan pengalaman pertamanya dalam membantu penyediaan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Waka DPR Minta Penjagaan Pengungsian Diperketat
Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak dan perempuan yang berada di lokasi pengungsian, perlu menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Waka DPR Minta Penjagaan Pengungsian Diperketat
Bagikan