PDIP Kirim Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa NTT

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 1 jam, 10 menit lalu
PDIP Kirim Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa NTT

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto pimpin upacara keberangkatan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati menuju lokasi bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO-PDIP

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati menuju lokasi bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kapal ini dikirim untuk memperkuat tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) serta relawan kesehatan PDIP yang telah lebih dulu bersiaga di wilayah Flores dan sekitarnya pascadiguncang gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo.

Jadi sesuai dengan arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, hari ini PDI Perjuangan mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati untuk bergabung bersama tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah datang di wilayah bencana di Flores dan sekitarnya,

kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/8).

Baca juga:

Indonesia Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT, Fokus Maksimalkan Sumber Daya Nasional

Pelepasan kapal rumah sakit terapung milik partai berlogo banteng moncong putih tersebut dipimpin langsung oleh Hasto di Cilegon, Banten, Kamis malam. Prosesi pelepasan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati ini berlangsung dengan penuh suasana khidmat.

Seluruh jajaran pengurus partai, relawan, hingga awak kapal memanjatkan doa bersama untuk para korban bencana gempa bumi di NTT, sekaligus mendoakan keselamatan serta kelancaran para relawan kemanusiaan yang bertugas di lokasi bencana.

Hasto menyebut sejumlah tokoh dan pengurus DPP PDIP telah berada di Flores untuk melakukan gerakan kemanusiaan tersebut, di antaranya Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, dan Sri Rahayu.

Politisi asal Yogyakarta ini menggarisbawahi bahwa seluruh pergerakan partai digerakkan oleh spirit gotong royong dan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang politik maupun SARA.

Kapal Laksamana Malahayati ini akan melengkapi seluruh tim Baguna dan relawan kesehatan dan membantu rakyat tanpa membeda-bedakan apa pilihan politiknya, suku, agama, dan status sosial. Karena sebagai warga bangsa, nilai-nilai kemanusiaan itulah yang seharusnya membangun solidaritas kita untuk bergotong royong membantu siapapun yang menderita akibat korban bencana,

ujarnya.

Ketika ditanya mengenai logistik kemanusiaan yang dibawa oleh Kapal RS Laksamana Malahayati, Hasto menjelaskan bahwa kapal ini mengangkut berbagai kebutuhan medis, obat-obatan, serta perlengkapan khusus yang berfokus pada kelompok rentan.

Ada beberapa bahan obat-obatan, dan sesuai dengan kebutuhan terutama untuk kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak balita. Karena di dalam mitigasi bencana, daftar yang dibuat oleh Ibu Megawati Soekarnoputri seringkali bantuan terhadap ibu-ibu, perempuan hamil, anak-anak balita, dan kebutuhan khusus perempuan ini, terlewatkan. Karena itulah ini melengkapi bantuan-bantuan yang sudah dikirim oleh PDI Perjuangan,

ungkapnya.


Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati adalah kapal rumah sakit PDI Perjuangan yang mengemban misi pelayanan kesehatan untuk rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau pulau-pulau terpencil di Indonesia. Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati dioperasikan 12 anak buah kapal dengan 8 tenaga kesehatan.

RS Apung Laksamana Malahayati memiliki berat GT (Gross Tonage) 262 ton, berukuran panjang 30 meter dengan lebar 9 meter dan ketinggian dtaft 2 meter. Kapal itu memiliki kecepatan maksimal 7 knot.

#Gempa Bumi #Gempa NTT #Gempa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
PDIP Kirim Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa NTT
RS Apung Laksamana Malahayati memiliki berat GT (Gross Tonage) 262 ton, berukuran panjang 30 meter dengan lebar 9 meter dan ketinggian dtaft 2 meter. Kapal itu memiliki kecepatan maksimal 7 knot.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 10 menit lalu
PDIP Kirim Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa NTT
Indonesia
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Angka itu berasal dari kajian Damage and Loss Assessment (DALA) Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 41 menit lalu
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Indonesia
Gempa Susulan Picu Ancaman Longsor, Alat Berat Disiagakan Jaga Jalur Logistik NTT
Alat berat tetap disiagakan untuk mengantisipasi jalan kembali tertutup longsoran maupun material batu.
Dwi Astarini - 1 jam, 45 menit lalu
Gempa Susulan Picu Ancaman Longsor, Alat Berat Disiagakan Jaga Jalur Logistik NTT
Indonesia
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis sejumlah terobosan khusus terkait dengan kesiapan bencana dalam bentuk pembangunan rumah.
Dwi Astarini - 2 jam, 15 menit lalu
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Indonesia
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
BMKG mencatat hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 4.256 gempa susulan setelah gempa utama pada Sabtu (15/8).
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 42 menit lalu
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
Merah Putih Kasih
Bantuan untuk Korban Gempa Flores Terus Bergerak, JHL Foundation Fokus Salurkan Sembako
JHL Foundation membentuk posko bantuan di sejumlah wilayah Flores. Sebanyak 1.000 paket sembako disiapkan untuk korban gempa, termasuk 500 paket ke Pulau Palue.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Bantuan untuk Korban Gempa Flores Terus Bergerak, JHL Foundation Fokus Salurkan Sembako
Indonesia
Gempa NTT, Pengungsi Hadapi Persoalan Air Bersih hingga Akses Jalan
Kebutuhan air bersih, fasilitas sanitasi, layanan kesehatan, hingga akses jalan menjadi perhatian di sejumlah lokasi pengungsian.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Gempa NTT, Pengungsi Hadapi Persoalan Air Bersih hingga Akses Jalan
Indonesia
Indonesia Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT, Fokus Maksimalkan Sumber Daya Nasional
Indonesia masih fokus menangani korban gempa NTT dengan sumber daya nasional. Sejumlah negara, termasuk China, telah menawarkan bantuan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT, Fokus Maksimalkan Sumber Daya Nasional
Merah Putih Kasih
Tiba di Maumere, Tim Merah Putih Media dan JHL Langsung Bergerak Salurkan Bantuan Korban Gempa Flores
Tim Merah Putih Media dan JHL Merah Putih Kasih tiba di Maumere untuk misi kemanusiaan korban gempa Flores. Bantuan senilai Rp1,3 miliar telah disalurkan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Tiba di Maumere, Tim Merah Putih Media dan JHL Langsung Bergerak Salurkan Bantuan Korban Gempa Flores
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Bagikan