MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH masih mewaspadai ancaman longsor dan material batu yang dapat kembali menutup jalur distribusi bantuan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa magnitudo 7,7.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan mengatakan lebih daripada 1.781 gempa susulan telah terjadi. Kondisi itu membuat akses yang sudah dibuka belum sepenuhnya aman.
“Dengan adanya posko itu, harapannya semua penanganan sudah terkoordinasi dan direncanakan dengan baik,” kata Lilik dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Sejumlah jalur utama yang menghubungkan Maumere, Ende, Nagekeo, Ngada hingga Manggarai telah kembali terbuka. Namun, alat berat tetap disiagakan untuk mengantisipasi jalan kembali tertutup longsoran maupun material batu. Pemerintah juga memperkuat jalur distribusi bantuan melalui Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.
Baca juga:
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
Hingga kini, sekitar 52 ton bantuan logistik telah disalurkan ke wilayah terdampak, termasuk kawasan dengan akses terbatas seperti Pulau Palue.
Lilik menegaskan koordinasi pusat dan daerah terus diperkuat agar gangguan akses tidak menghambat pengiriman bantuan maupun pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Ancaman di lapangan masih dinamis karena aktivitas gempa susulan belum berhenti.
Oleh karena itu, pembukaan jalan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tetap bergerak menuju wilayah yang membutuhkan.(knu)
Baca juga:
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT