Gempa NTT, Pengungsi Hadapi Persoalan Air Bersih hingga Akses Jalan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Gempa NTT, Pengungsi Hadapi Persoalan Air Bersih hingga Akses Jalan

Penanganan Korban Gempa NTT/ Dok Polri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PENANGANAN warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi sejumlah persoalan. Kebutuhan air bersih, fasilitas sanitasi, layanan kesehatan, hingga akses jalan menjadi perhatian di sejumlah lokasi pengungsian.

Di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, kebutuhan dasar pengungsi ditangani bersama oleh petugas dan unsur terkait.
Salah satunya penyediaan air bersih menggunakan kendaraan water treatment.
Petugas juga tengah menyiapkan fasilitas pendukung berupa toilet darurat dan sumber air bersih.

Kondisi bangunan yang berpotensi membahayakan warga turut diperiksa dan dibongkar untuk mengurangi risiko bagi pengungsi. Kebutuhan pengungsi tidak hanya berkaitan dengan logistik. Pelayanan kesehatan dan trauma healing bagi anak-anak juga diberikan di lokasi tersebut.

Pendataan jumlah tenda dan warga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan setiap kelompok pengungsi.

Baca juga:

Indonesia Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT, Fokus Maksimalkan Sumber Daya Nasional

Akses Jalan masih Tertutup


Sementara itu, di Posko Lamba Leda, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, persoalan akses menjadi salah satu kendala. Pohon tumbang sempat menutup jalan utama sehingga menghambat pergerakan warga dan distribusi bantuan.


Personel Brimob yang diperbantukan ke Polda NTT kemudian membuka kembali akses tersebut. Mereka juga membantu mengevakuasi warga menuju fasilitas kesehatan, termasuk warga yang harus mendapatkan rujukan ke Posko Utama Kesehatan Damer. Sebanyak 101 personel Brimob dikerahkan untuk mendukung penanganan pascagempa di dua wilayah tersebut. Sebanyak 53 personel ditempatkan di Posko Reo dan 48 personel di Posko Lamba Leda.


Di tengah situasi pengungsian, kebutuhan warga masih terus dipetakan. Distribusi makanan, bantuan logistik, air bersih, layanan kesehatan, dan fasilitas sanitasi menjadi bagian penting dalam penanganan selama warga belum dapat kembali ke rumah.


Pamendal Penugasan Korps Brimob Polri BKO Polda NTT Kombes Hasripuddin mengatakan personel di lapangan diarahkan untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan warga.

“Hal yang paling utama yakni keselamatan warga, kelancaran distribusi bantuan, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama berada di tempat pengungsian,” kata Hasripuddin, Kamis (21/8).(knu)

Baca juga:

Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara, Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil di Maumere NTT



#NTT #Gempa NTT #Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 SR di NTT, terdiri atas 19.006 rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan.
Wisnu Cipto - 2 jam, 49 menit lalu
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Indonesia
Warga Wemaria Ende Bertahan di Pengungsian, Mayoritas Rumah Rusak
Selain menghadapi rasa takut terhadap gempa susulan, mereka juga harus berhadapan dengan nyamuk dan udara malam yang dingin.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Warga Wemaria Ende Bertahan di Pengungsian, Mayoritas Rumah Rusak
Indonesia
Bawa Kebahagiaan, Dua Bayi Lahir di Tengah Tanggap Darurat Bencana Gempa Manggarai
Proses persalinan tetap ditangani tenaga kesehatan meski fasilitas pelayanan berada dalam situasi tanggap darurat.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Bawa Kebahagiaan, Dua Bayi Lahir di Tengah Tanggap Darurat Bencana Gempa Manggarai
Indonesia
Pemerintah Klaim Penanganan Warga Terdampak Gempa sudah Maksimal, Akses Kawasan Terparah Membaik
Penanganan akan terus dikawal hingga kehidupan masyarakat pulih seperti sebelum gempa terjadi.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Pemerintah Klaim Penanganan Warga Terdampak Gempa sudah Maksimal, Akses Kawasan Terparah Membaik
Indonesia
Tempat Ibadah Retak Terdampak Gempa, Umat Katolik Watujuke Ende Gelar Misa di Halaman Rumah
Misa yang dilakukan di halaman rumah menjadi bentuk keteguhan umat untuk tetap menjalankan kehidupan iman di tengah situasi sulit.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Tempat Ibadah Retak Terdampak Gempa, Umat Katolik Watujuke Ende Gelar Misa di Halaman Rumah
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung
Penyaluran langsung ini jadi komitmen JHL Foundation untuk memastikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar sampai ke warga terdampak gempa Flores, NTT.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung
Indonesia
JHL Foundation Terus Bergerak Salurkan Bantuan di NTT, Perdana Jangkau Warga Terpencil Nuangeda, Ende
Hingga sekitar sepekan setelah gempa, belum ada bantuan yang datang ke wilayah Nuangeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Terus Bergerak Salurkan Bantuan di NTT, Perdana Jangkau Warga Terpencil Nuangeda, Ende
Indonesia
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Para ibu setempat melantukan lirik lagu yang menyentuh hati, nada senduh dan teduh menenangkan perasaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Merah Putih Kasih
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Sebanyak 30 paket bantuan disalurkan JHL Foundation berisi beras 5 kilogram, telur, dan mi instan
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Bagikan