MERAHPUTIH.COM - PENANGANAN warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi sejumlah persoalan. Kebutuhan air bersih, fasilitas sanitasi, layanan kesehatan, hingga akses jalan menjadi perhatian di sejumlah lokasi pengungsian.
Di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, kebutuhan dasar pengungsi ditangani bersama oleh petugas dan unsur terkait.
Salah satunya penyediaan air bersih menggunakan kendaraan water treatment.
Petugas juga tengah menyiapkan fasilitas pendukung berupa toilet darurat dan sumber air bersih.
Kondisi bangunan yang berpotensi membahayakan warga turut diperiksa dan dibongkar untuk mengurangi risiko bagi pengungsi. Kebutuhan pengungsi tidak hanya berkaitan dengan logistik. Pelayanan kesehatan dan trauma healing bagi anak-anak juga diberikan di lokasi tersebut.
Pendataan jumlah tenda dan warga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan setiap kelompok pengungsi.
Baca juga:
Indonesia Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT, Fokus Maksimalkan Sumber Daya Nasional
Akses Jalan masih Tertutup
Sementara itu, di Posko Lamba Leda, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, persoalan akses menjadi salah satu kendala. Pohon tumbang sempat menutup jalan utama sehingga menghambat pergerakan warga dan distribusi bantuan.
Personel Brimob yang diperbantukan ke Polda NTT kemudian membuka kembali akses tersebut. Mereka juga membantu mengevakuasi warga menuju fasilitas kesehatan, termasuk warga yang harus mendapatkan rujukan ke Posko Utama Kesehatan Damer. Sebanyak 101 personel Brimob dikerahkan untuk mendukung penanganan pascagempa di dua wilayah tersebut. Sebanyak 53 personel ditempatkan di Posko Reo dan 48 personel di Posko Lamba Leda.
Di tengah situasi pengungsian, kebutuhan warga masih terus dipetakan. Distribusi makanan, bantuan logistik, air bersih, layanan kesehatan, dan fasilitas sanitasi menjadi bagian penting dalam penanganan selama warga belum dapat kembali ke rumah.
Pamendal Penugasan Korps Brimob Polri BKO Polda NTT Kombes Hasripuddin mengatakan personel di lapangan diarahkan untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan warga.
“Hal yang paling utama yakni keselamatan warga, kelancaran distribusi bantuan, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama berada di tempat pengungsian,” kata Hasripuddin, Kamis (21/8).(knu)
Baca juga: