MERAHPUTIH.COM - WARGA Desa Wemaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menghabiskan malam di luar rumah dengan berbagai keterbatasan, seminggu setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah itu. Selain menghadapi rasa takut terhadap gempa susulan, mereka juga harus berhadapan dengan nyamuk dan udara malam yang dingin.
Desa Wemaria berada cukup jauh dari pusat keramaian dan berada di kawasan yang dekat dengan titik gempa di wilayah pantai utara Flores. Akses menuju permukiman warga menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran bantuan ke wilayah ini.
Dampak gempa terlihat jelas kondisi rumah warga. Mayoritas rumah mengalami kerusakan sehingga banyak warga memilih tidak tidur di dalam rumah dan bertahan di tenda.
Baca juga:
Tersentuh Bantuan JHL Foundation
Seminggu setelah gempa dahsyat perdana pada Sabtu (15/8), sebagian besar warga Wemaria masih bertahan di tenda-tenda pengungsian akibat kondisi rumah mereka yang rusak. Pada Sabtu (22/8), Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) hadir di tengah warga Wemaria yang tengah bertahan di pengungsian. JHl Foundation hadir menyerahkan bantuan 50 paket sembako kepada warga yang terdampak gempa. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, telur, dan mi instan.
Bagi warga Wemaria, bantuan dari JHL Foundation menjadi donasi pertama yang mereka terima sejak gempa terjadi. Kehadiran bantuan di tengah situasi tersebut disambut suka cita warga. Paket kebutuhan pokok yang diterima dirasa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga selama berada di pengungsian.
Penyaluran bantuan ke Desa Wemaria merupakan bagian dari aksi kemanusiaan JHL Foundation yang konsisten menjangkau masyarakat terdampak gempa, termasuk warga yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari pusat penanganan bencana.
Atas bantuan itu, warga menyampaikan terima kasih kepada Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada mereka.
“Terima kasih kepada Bapak Jerry Hermawan Lo yang sudah membantu kami. Kami mendoakan semoga beliau panjang umur, sehat selalu, dan diberikan rezeki serta berkat,” ujar salah seorang warga.
Relawan JHL Foundation, Kristoforus Nusa, mengatakan ia bersyukur proses penyaluran bantuan kepada warga Wemaria dapat berjalan lancar. “Kami juga melihat warga sangat senang karena ini menjadi bantuan pertama yang mereka terima sekitar satu pekan setelah gempa,” ujar Kristoforus.
Di tengah malam yang dingin dan kondisi pengungsian yang masih penuh keterbatasan, kedatangan bantuan tersebut menjadi penguat bagi warga Wemaria untuk menghadapi masa sulit pascagempa.(knu)
Baca juga:
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung