TNI AL Kerahkan KRI dr. Soeharso-990 ke NTT, Bawa Fasilitas Medis Lengkap

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
TNI AL Kerahkan KRI dr. Soeharso-990 ke NTT, Bawa Fasilitas Medis Lengkap

Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990. (Foto: Dok. TNI AL)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Guna memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, TNI Angkatan Laut mengerahkan Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 ke Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah bencana gempa bumi.

Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, kapal tersebut tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8) setelah menempuh perjalanan dari Surabaya.

"Pengerahan KRI dr. Soeharso merupakan langkah cepat pemerintah untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa," kata Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya, Minggu (23/8).

Baca juga:

Pengungsi Gempa NTT Tembus 110 Ribu, Pemerintah Percepat Penanganan dan Distribusi Bantuan

Fasilitas Rumah Sakit Lengkap di Atas Kapal

Sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr. Soeharso memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap.

Di dalamnya terdapat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, serta ruang perawatan.

Khusus untuk ruang perawatan disiapkan dua ruangan dengan masing-masing berisi 20 tempat tidur. Nantinya, ruang tersebut akan dipisahkan untuk pasien berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.

Kapal sepanjang 122 meter ini juga dilengkapi geladak yang dapat digunakan untuk pendaratan helikopter.

Fasilitas tersebut mendukung proses evakuasi medis dari daerah terpencil yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Tenaga Medis Siaga 24 Jam

Selain fasilitas kesehatan, KRI dr. Soeharso juga membawa tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan.

Tim tersebut siap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada masyarakat terdampak gempa.

Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka, tindakan operasi, hingga penanganan kasus kegawatdaruratan. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan sesuai dengan prioritas medis.

Baca juga:

Bio Farma Kirim 3.000 Dosis Vaksin Tetanus Difteri Buat Lindungi Kesehatan Relawan Bencana NTT

Hingga Sabtu (22/8), KRI dr. Soeharso telah melayani 21 pasien. Rinciannya meliputi tindakan operasi patah tulang, penanganan luka robek, pelayanan rawat jalan, serta 3 pasien yang menjalani rawat inap.

Kehadiran kapal rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa.

Dengan hadirnya Rumah Sakit Apung ini, pemerintah berharap seluruh masyarakat di wilayah terdampak dapat memperoleh penanganan kesehatan dengan cepat dan tepat,

Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

(Asp)

#Gempa NTT #TNI AL #Layanan Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Sebanyak 400 personel TNI Angkatan Laut disiapkan menjadi awak KRI Sriwijaya setelah kapal induk Giuseppe Garibaldi diserahterimakan dari Italia kepada Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Ini Dia Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia, Telah Belajar Selama 2 Bulan
Berita Foto
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Indonesia
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta Utara, Dikawal 2 Kapal TNI-AL
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi berangkat dari Italia sejak Senin (24/8). Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal kapal perang dari Angkatan Laut Italia.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Jakarta Utara, Dikawal 2 Kapal TNI-AL
Indonesia
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia resmi punya kapal induk pertama! ITS Giuseppe Garibaldi buatan Fincantieri Italia memasuki ALKI I dikawal KRI Brawijaya dan Prabu Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia
KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng
KRI Sriwijaya (eks Giuseppe Garibaldi) resmi masuk perairan NKRI via ALKI I. Kapal induk pertama Indonesia ini akan bersandar di Tanjung Priok, dengan 310 awak tengah digembleng TNI AL.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng
Bagikan