MerahPutih.com - Sebanyak 752 prajurit muda TNI Angkatan Laut resmi menyandang status sebagai prajurit petarung Korps Marinir setelah sukses menyelesaikan Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan ke-180 yang diakhiri aksi lintas medan (limed) sejauh 300 hingga 350 kilometer.
Prosesi pembaretan sakral yang penuh haru dan kebanggaan tersebut dipimpin langsung di pesisir Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur, usai para prajurit menuntaskan perjalanan fisik ekstrem selama belasan hari.
Baca juga:
2 Marinir Jadi Korban Pembunuhan Berencana di Maybrat Papua, 7 Pelaku Masih DPO
Ujian Fisik Mencekam Lintas Medan Banyuwangi-Malang
Seluruh peserta Dikko-180 memulai rute lintas medan dari wilayah Banyuwangi hingga finis di Pantai Baruna dengan membawa perlengkapan tempur lengkap di tubuh mereka.
Dengan membawa perlengkapan tempur lengkap, mereka melintasi berbagai medan berat sebagai ujian akhir ketahanan, disiplin, dan daya juang sebelum dikukuhkan sebagai Prajurit Petarung Korps Marinir,
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel Marinir Rana Karyana.
Rana mengungkapkan 752 prajurit yang berhasil menyelesaikan rute maut ini terdiri atas 453 lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) PK Angkatan ke-46 Gelombang I serta 299 lulusan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) PK Angkatan ke-46 Gelombang I.
Baca juga:
23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Saat Latihan, Baru 4 Jasad Ditemukan
Lima Tahapan Pendidikan Neraka dan Kehormatan Baret Ungu
Sebelum melakoni fase lintas medan yang menguras tenaga, para prajurit telah digembleng melalui lima tahapan pendidikan komando yang sangat ketat, meliputi tahap Dasar Komando, Kelautan, Hutan Gunung, Perang Gerilya, hingga Lawan Gerilya.
Pembaretan Korps Marinir Dikko-180 dalam Angka
-
Total Prajurit: 752 personel (453 Bintara Dikmaba PK XLVI/1 dan 299 Tamtama Dikmata PK XLVI/1).
-
Jarak Lintas Medan: Menempuh jarak 300–350 km berjalan kaki dari Banyuwangi menuju Pantai Baruna, Malang.
-
Lokasi Pembaretan: Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur pada Senin (12/10/2026).
-
Tahapan Latihan: Mencakup Dasar Komando, Kelautan, Hutan Gunung, Perang Gerilya, Lawan Gerilya, dan Lintas Medan.
Korps Marinir memastikan seluruh peserta yang menuntaskan rangkaian pendidikan ekstrem ini berhasil menyentuh garis finis dalam kondisi sehat, selamat, dan siap diterjunkan dalam berbagai tugas operasi pertahanan negara.
"Seluruh prajurit diharapkan mampu mengemban kehormatan baret ungu dengan penuh tanggung jawab, senantiasa siap menghadapi setiap tantangan, serta memberikan pengabdian terbaik demi kejayaan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara," tandas Kolonel Rana. (*)