MERAHPUTIH.COM - KAPAL induk terbaru Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) diresmikan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), Kamis (24/9). Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Kapal perang ini sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi yang berasal dari Italia. Sebelumnya, kapal ini merupakan kapal induk milik AL Italia hingga akhirnya dihibahkan untuk Indonesia.
Sebelumnya bersandar ke pelabuhan Tanjung Priok, Kapal KRI Sriwijaya-100 ini melakukan sejumlah pembaruan di Taranto, Italia. Penamaan KRI Sriwijaya-100 merupakan pilihan nomor seri unik untuk kapal ini. Bukan berarti bahwa Indonesia memiliki jenis kapal serupa sejumlah 100 buah.
Sriwijaya dalam nama KRI Sriwijaya mengutip dari sejarah kerajaan Nusantara. Sriwijaya merupakan kerajaan Nusantara yang terkenal karena teknologi kemaritimannya.
KRI Sriwijaya telah dipercayakan kepada Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad sebagai komandan KRI Sriwijaya 100. Tak sendiri, dia akan bertugas bersama dengan hampir 400 orang prajurit TNI-AL lainnya.
Baca juga:
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, ini Spesifikasi Lengkapnya
Spesifikasi KRI Sriwijaya 100
Sebagai kapal induk terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini, KRI Sriwijaya 100 memiiki panjang mencapai 180,2 meter, lebar 23,4 meter, dek penerbangan 178, 8 meter, dan berat hingga 13,850 ton.
Kapal ini dlengkapi senjata. Sebagai kapal pertahanan, senjata dan fasilitas pertempurannya bertenaga besar, di antaranya 2x8 Selenia SAM, dengan dua peluncur rudal genam selenia Albatros delapan sel. Fitur itu terletak di dek depan dan belakang anjungan, dilengkapi penghalang dispersi gas buang melindungi dek penerbangan. Ada delapan rudal yang siap luncur dengan cadangan sebanyak 16. Dengan begitu, totalnya ada 48 delapan rudal Aspide.
Ada pula senjata Otomat SSM 8X1. Sebanyak empat peluncur rudal otomat dipasang, posisinya di bagian buritan paling ujung dengan total 8 kontainer yang berpasangan di versi mK-2. Ada pula senjata Breda OTOMAT 40 MM/70. Senjata ini diletakkan di menara kembar denga tiga meriam Breda 40 mm/70 terinegrasi dengan sistem pertahanan titik Dardo. Laju tembakan 300 peluru per menit dan jangkauan 4 kilometer erhadap rudal dan target permukaan.
Pertahanan KRI Sriwijaya 100 dari Ancaman 'Siluman Bawah Laut'
Sejak dirancang, kapal ini ditujukan untuk perlindungan dari ancaman komplit mulai dari antikapal, antipesawat, dan antikapal selam. Utamanya kapal selam yang di dunia pertahanan miter angkatan laut dianggap sebagai 'siluman bawah laut'. Pertahanan kapal KRI Sriwijaya terhadap kapal selam dilengkapi dengan perlindungan ASW. KRI Sriwijaya ini dilengkapi dua peluncur torpedo tiga laras tipe ILAS-3 324 mm.
Walaupun luas dan besar, kapal KRI Sriwijaya 100 bisa bergerak sangat cepat hingga 30 knot dan jangkauan pada kecepatan hingga 20 knot sekitar 13 ribu kilometer. Ini bisa terjadi karena ada empat turbin gas General Electric/ Avio LM 2500 bertenaga 60.400 kW, enam generator listrik Ansaldo-Elettrital bertenaga masing-masing 1.560 kW.
Sementara itu, radar peringatannya menggunakan Hughes AN/SPS-52C dengan pencarian udara 3D pita E dengan jangkauan 400 km yang bekerja dengan perangkat Selenia MM/SPS-768 (RAN-3L) fungsnya radar deteksi udara jarak jauh 3D, pita D, jangkauan 200 km, dilengkapi dengan IFF Mk. XII.
Kemudian Selenia SPS-774 (RAN-10S) berfungsi radar 2D dengan jangkauan 150 km, untuk pencarian udara jarak menengah/ketinggian rendah yang dilengkapi dengan IFF Mk. XIII.(Tka)
Baca juga:
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
Sumber Foto: Website/ naval encyclopedia