MerahPutih.com - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyatakan KRI Sriwijaya-100 siap beroperasi untuk menjalankan tugas negara.
Meski demikian, Ali mengatakan pihaknya masih menunggu perintah terkait misi yang akan dijalankan kapal induk tersebut.
"Intinya kapal ini siap," kata Laksamana Ali usai mengikuti upacara pemberian nama kapal dan pengibaran bendera Merah Putih di atas KRI Sriwijaya-100 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9).
Baca juga:
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Sempat Dipersiapkan untuk Sailing Pass
Ali menjelaskan, KRI Sriwijaya-100 sebelumnya telah dipersiapkan untuk tampil dalam sailing pass di Teluk Jakarta dalam rangka HUT ke-81 TNI pada Minggu (4/10).
Namun, rencana tersebut batal setelah rangkaian acara HUT TNI diganti dengan perayaan yang lebih sederhana di Mabes TNI Cilangkap.
Karena itu, kapal induk tersebut urung tampil dalam sailing pass dan selanjutnya dipersiapkan untuk menjalankan misi lain.
Retrofit KRI Sriwijaya-100
Selain kesiapan menjalankan tugas, Ali mengatakan TNI AL tidak menutup kemungkinan melakukan retrofit terhadap KRI Sriwijaya-100 dalam waktu dekat.
Proses retrofit tersebut akan ditangani oleh perusahaan dalam negeri PT PAL bersama perusahaan asal Italia, Fincantieri. Rencana tersebut juga sejalan dengan informasi bahwa sistem kapal akan ditingkatkan melalui kerja sama kedua perusahaan setelah proses serah terima.
"Tapi, kita lihat apabila ada penugasan untuk kapal dalam waktu dekat maka penugasan dulu baru retrofit," jelas dia.
Baca juga:
KRI Sriwijaya-100, Nama yang Dipilih untuk Menghidupkan Kembali Kejayaan Maritim Nusantara
Resmi Jadi Kapal Induk TNI AL
KRI Sriwijaya-100 merupakan kapal induk pertama yang resmi masuk jajaran TNI Angkatan Laut pada 24 September 2026. Kapal tersebut sebelumnya merupakan kapal induk milik Angkatan Laut Italia bernama ITS Giuseppe Garibaldi.
Proses alih kepemilikan dan pergantian bendera atau reflagging dilakukan dalam upacara di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Dalam prosesi tersebut, bendera Merah Putih dikibarkan di atas kapal dan nama ITS Giuseppe Garibaldi resmi berganti menjadi KRI Sriwijaya-100.
Kehadiran kapal tersebut menjadi bagian dari modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut KRI Sriwijaya-100 sebagai wujud modernisasi alutsista TNI. (Knu)