MerahPutih.com - Eks armada laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi yang kini menjadi kapal induk pertama TNI awalnya sempat akan diberi nama KRI Gajah Mada, tetapi akhirnya gugur.
Kapal hibah dari militer Italia itu akhirnya resmi menyandang nama KRI Sriwijaya-100 dalam upacara pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih pertama kali di atas geladak hari ini.
Kepada media, Jumat (24/9), Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan alasan kapal induk pertama TNI itu akhirnya menyandang nama Sriwijaya .
Jenderal bintang empat TNI AL itu menegaskan nama Sriwijaya dipilih karena memiliki sejarah kemaritiman nusantara yang sangat panjang.
Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu,
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
Baca juga:
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Panglima TNI Inspektur Upacara Penamaan KRI Sriwijaya-100
Prosesi penamaan KRI Sriwijaya-100 pagi tadi dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai inspektur upacara.
Pejabat negara yang turut hadir antara lain KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta jajaran anggota DPR dan pejabat publik lainnya.
Pada hari ini, Kamis, 24 September 2026, saya Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI, dengan ini saya resmikan KRI Sriwijaya-100 masuk ajaran TNI AL,
kata Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Baca juga:
Akhirnya Bendera Merah Putih Berkibar di Kapal Induk Pertama Indonesia
Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan Komandan Pertama KRI Sriwijaya-100
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga mengukuhkan Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan sebagai Komandan pertama KRI Sriwijaya-100
Jenderal Agus mengatakan kehadiran KRI Sriwijaya di jajaran TNI AL merupakan bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.
KRI Sriwijaya-100 memiliki kemampuan sebagai pusat komando operasi laut yang andal, serta juga dapat berperan sebagai sarana diplomasi pertahanan serta bantuan kemanusiaan.
Kehadiran KRI Sriwijaya-100 sebagai armada kapal induk pertama Indonesia itu diharapkan memperkuat peran TNI, baik secara nasional maupun di tingkat regional dan global. (*)