MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan pergantian nama kapal induk eks ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia menjadi KRI Sriwijaya-100, Kamis (24/9).
Kapal induk tersebut resmi masuk jajaran TNI Angkatan Laut (TNI AL) setelah peresmian yang digelar di Jakarta Utara.
"Dengan ini saya resmikan KRI Sriwijaya-100 masuk jajaran TNI AL," kata Agus dalam peresmian tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Agus juga mengukuhkan Komandan KRI Sriwijaya-100, yakni Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan.
Baca juga:
Akhirnya Bendera Merah Putih Berkibar di Kapal Induk Pertama Indonesia
KRI Sriwijaya-100 untuk Modernisasi Alutsista
Agus mengatakan kehadiran KRI Sriwijaya di jajaran TNI AL merupakan bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.
Menurut dia, kapal tersebut memiliki kemampuan sebagai pusat komando operasi laut yang andal.
Selain itu, KRI Sriwijaya-100 dapat berperan sebagai sarana diplomasi pertahanan serta bantuan kemanusiaan. Kehadirannya diharapkan memperkuat peran TNI, baik secara nasional maupun di tingkat regional dan global.
Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Pertahanan, Pemerintah Italia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyiapan KRI Sriwijaya hingga diresmikan pada hari ini,
Panglima TNI, Agus Subiyanto.
Alasan Nama Sriwijaya Dipilih
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali mengatakan nama Sriwijaya dipilih karena merujuk pada salah satu kerajaan maritim tertua dalam sejarah Nusantara.
Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih (nama) itu, dan itu membawa kejayaan kemaritiman di era masa lalu,
Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Muhammad Ali.
Ali berharap penggunaan nama Sriwijaya dapat membawa dampak positif bagi KRI Sriwijaya-100.
“Nah, ini harapannya dengan penamaan itu kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu ya," kata Ali. (Knu)