MerahPutih.com - Kapal induk KRI Sriwijaya-100 yang sebelumnya merupakan kapal Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi (C551) memiliki sejumlah kemampuan untuk mendukung operasi TNI di wilayah kepulauan.
Kapal tersebut memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, dan draft 6,7 meter.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan kehadiran KRI Sriwijaya-100 merupakan bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.
Menurut Agus, Kamis (24/9), kapal tersebut memiliki kemampuan sebagai pusat komando operasi laut sekaligus dapat digunakan untuk mendukung diplomasi pertahanan dan bantuan kemanusiaan.
Dengan kemampuan sebagai pusat komando operasi laut andal sekaligus sarana diplomasi pertahanan dan bantuan kemanusiaan yang memperkuat peran TNI secara nasional maupun di tingkat regional dan global,
Panglima TNI, Agus Subiyanto.
Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Dari sisi kapasitas angkut, KRI Sriwijaya-100 dapat membawa lebih dari 10 hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Kemampuan tersebut memberikan opsi tambahan bagi TNI dalam merespons berbagai kondisi darurat, terutama di wilayah Indonesia yang memiliki karakter geografis kepulauan.
Baca juga:
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Kehadiran kapal tersebut juga memperluas kemampuan TNI dalam menjalankan berbagai misi, mulai dari operasi laut, komando dan pengendalian, hingga dukungan bantuan kemanusiaan.
Dengan ukuran panjang yang mencapai lebih dari 180 meter, KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu kapal besar yang kini memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut. (Knu)