MerahPutih.com - Pelaksanaan Misa di Gereja Santo Mikhael Kotabaru, Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8), untuk sementara dilaksanakan di luar ruangan menyusul kondisi pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores.
Sekitar 300 umat mengikuti Misa pagi pukul 07.30 WITA di halaman gereja. Meski harus beribadah di ruang terbuka, umat tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian perayaan Ekaristi.
Pelaksanaan Misa di luar ruangan ini merupakan tindak lanjut dari anjuran Keuskupan Ende agar kegiatan peribadatan sementara dilakukan di halaman gereja demi menjaga keselamatan umat.
Romo Paroki Gereja Santo Mikael, Romo Inosensius Sokka, mengatakan kegiatan Misa di luar gedung gereja akan berlangsung hingga 28 Agustus.
Baca juga:
Tempat Ibadah Retak Terdampak Gempa, Umat Katolik Watujuke Ende Gelar Misa di Halaman Rumah
Kondisi bangunan Gereja Santo Mikhael secara umum masih dapat digunakan. Namun, terdapat sejumlah bagian yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Salah satunya lampu di bagian altar yang rusak dan jatuh. Selain itu, bagian tembok di area Gua Maria mengalami keretakan.
Kerusakan tersebut membuat pihak gereja memilih untuk tetap melaksanakan peribadatan di ruang terbuka selama masa yang telah ditentukan.
Gereja Membutuhkan Bantuan Bahan Bangunan

Di tengah kondisi tersebut, Romo Inosensius berharap ada pihak yang dapat membantu proses perbaikan gereja, khususnya dengan menyumbangkan semen maupun bahan bangunan lainnya.
Menurutnya, bantuan bahan bangunan akan sangat berarti untuk memperbaiki bagian-bagian gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kalau ada yang mau membantu, kami sangat berterima kasih, terutama semen atau bahan bangunan lainnya untuk memperbaiki kerusakan yang ada,
Romo Paroki Gereja Santo Mikael, Inosensius Sokka.
Antusiasme Umat Tak Surut
Meski harus mengikuti Misa di halaman, antusiasme umat tidak surut. Sekitar 300 umat tetap datang untuk mengikuti perayaan Ekaristi.
Para umat perempuan, termasuk para mama, tampak mengenakan kain khas Ende. Sementara umat laki-laki terlihat rapi mengenakan kemeja.
Suasana Misa berlangsung khidmat di tengah cuaca pagi yang cerah dan langit Ende yang tampak biru.
Bagi umat, kondisi bencana tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kehidupan iman. Mereka tetap berkumpul, berdoa, dan mengikuti perayaan Ekaristi bersama.
Dalam situasi Flores yang masih berada dalam masa tanggap darurat, umat juga berharap diberikan kekuatan dan ketabahan serta dijauhkan dari berbagai cobaan dan gempa susulan.
Baca juga:
JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa
Tetap Beribadah di Tengah Masa Tanggap Darurat
Pelaksanaan Misa di halaman Gereja Santo Mikael menjadi gambaran bagaimana umat tetap mempertahankan semangat beribadah di tengah kondisi yang penuh keterbatasan.
Hingga 28 Agustus mendatang, halaman gereja akan menjadi tempat umat berkumpul untuk merayakan Ekaristi, sembari menunggu kondisi dinyatakan lebih aman untuk kembali melaksanakan peribadatan di dalam gereja. (Knu)