MerahPutih.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat proses pendataan rumah rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan pendataan dilakukan paralel dengan penanganan fase tanggap darurat.
Baca juga:
Pemerintah Klaim Penanganan Warga Terdampak Gempa sudah Maksimal, Akses Kawasan Terparah Membaik
Menurut dia, data ini menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH).
Untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan
Data Sementara Kerusakan Rumah Gempa NTT
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak, terdiri atas:
-
19.006 unit rusak berat
-
11.777 unit rusak sedang
-
23.188 unit rusak ringan
Peta Sebaran Kerusakan di 7 Kabupaten Terdampak
| Kabupaten | Rusak Berat | Rusak Sedang | Rusak Ringan | Total |
|---|---|---|---|---|
| Nagekeo | 1.702 | 560 | 2.567 | 4.829 |
| Ende | 763 | 870 | 2.320 | 3.953 |
| Manggarai | 3.582 | 2.113 | 1.350 | 7.045 |
| Manggarai Timur | 6.713 | 4.496 | 5.830 | 17.039 |
| Manggarai Barat | 3.334 | 1.438 | 4.630 | 9.402 |
| Ngada | 1.973 | 1.678 | 4.478 | 8.129 |
| Sikka | 939 | 622 | 2.013 | 3.574 |
| Total | 19.006 | 11.777 | 23.188 | 53.971 |
Baca juga:
Tempat Ibadah Retak Terdampak Gempa, Umat Katolik Watujuke Ende Gelar Misa di Halaman Rumah
Tahapan Verifikasi
Berton menegaskan angka itu memang masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi. Data by name by address (BNBA) sudah dikantongi untuk enam kabupaten, sementara Kabupaten Manggarai masih dalam proses.
Di Kabupaten Nagekeo, verifikasi lapangan sudah berlangsung dua hari menggunakan instrumen pendataan BNPB. Jika hasil sampling menunjukkan ketidaksesuaian, verifikasi ulang akan dilakukan.
Baca juga:
Prioritas BNPB
BNPB menekankan penanganan darurat tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Pendataan kerusakan berjalan simultan sebagai persiapan pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
“Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat,” tandas Berton. (Asp)