MERAHPUTIH.COM - CONTENT cerator Reza Arap menarik perhatian publik setelah membagikan kegiatan sosial yang tengah dilakukannya untuk membantu para pelajar terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, bantuan yang diberikan bukan sekadar dalam bentuk donasi, melainkan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan belajar para siswa yang kehilangan ruang sekolah akibat bencana.
Melalui unggahan di akun X pribadinya, @yourbae, pada Selasa, 15 September 2026, Reza mengungkapkan bahwa ia tengah mendukung penyediaan sekolah darurat di sejumlah wilayah NTT. Total ada 27 sekolah yang menjadi bagian dari bantuan tersebut.
Dari 27 sekolah itu, 20 di antaranya merupakan jenjang sekolah dasar (SD), sedangkan empat lainnya sekolah menengah pertama (SMP), dan tiga sekolah menengah atas (SMA). Bantuan tersebut diberikan agar para siswa tetap memiliki ruang untuk belajar di tengah kondisi sekolah yang belum dapat kembali digunakan secara normal.
Reza menyebut seluruh bantuan tersebut berasal dari dana pribadinya. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan pengalaman pertamanya dalam membantu penyediaan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga:
Periksa Reza Arap, Polisi Selidiki Keadaan Selebgram Lula Lahfah sebelum Meninggal
“Ngomong-ngomong, saat ini saya membangun total 27 sekolah di NTT. Terdiri dari 20 SD, 4 SMP, dan 3 SMA. Enggak ada yang perlu dibanggakan dari semua ini, karena saya sudah membangun banyak sekolah sebelumnya," tulis Reza Arap di X.
"Oh ya, pakai duit pribadi, ya. Kali-kali ada yang nanya galang dana dari mana. Tidak," lanjutnya.
Dalam unggahan berikutnya, Reza memberikan gambaran mengenai kondisi 27 sekolah yang kini mendapat dukungannya. Sekolah-sekolah tersebut merupakan fasilitas pendidikan yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Kerusakan akibat gempa membuat aktivitas belajar-mengajar harus berlangsung dalam kondisi yang jauh dari ideal. Sebagian siswa bahkan harus mengikuti pelajaran menggunakan terpal karena bangunan sekolah mengalami kerusakan, termasuk bagian atap yang tidak lagi dapat digunakan.
“Itu 27 sekolah yang hancur karena bencana gempa kemarin. Untuk sementara, mereka belajar pake terpal soalnya ndak punya atap. Hal yang gue support itu terpal dan atap sementara (bukan bangunan karena satu dan lain hal wkwk), buku + alat tulis, santunan guru-guru honorer, sama santunan buat orang lapangan. Kalo masalah jangka waktu, gue sekarang cuma bisa jawab 'semampu gue'," tulisnya.
Dukungan Reza pun tidak berhenti pada penyediaan terpal dan atap sementara. Ia turut membantu kebutuhan yang berkaitan langsung dengan aktivitas belajar, seperti buku dan alat tulis. Guru-guru honorer yang berada di tengah situasi tersebut juga menjadi bagian dari penerima santunan. Selain itu, Reza juga menyebut ada dukungan bagi orang-orang yang bekerja di lapangan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan. Ia mengatakan ia berupaya menjaga proses pendataan dan distribusi agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau pihak yang dituju.
Meski demikian, Reza menyadari ada batas dalam bantuan yang dapat ia berikan. Salah satunya yakni persoalan gaji bulanan tenaga pendidik. Menurutnya, kebutuhan tersebut membutuhkan peran pemerintah dan berada di luar kapasitasnya sebagai individu.
"Gue cuma bisa jaga semaksimal mungkin di pendataan dan distribusi bantuan yang gue kasih. Logistik sama alat tulis, berikut santunan buat guru honorer. Kalo soal gaji bulanan bisa apa gue? Lah gue bukan pemerintah.Reza Arap, Content creator dan musisi
Bagi Reza, bantuan tersebut untuk sementara ditujukan agar kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan setelah bencana. Selama bangunan sekolah belum bisa digunakan sebagaimana mestinya, keberadaan ruang belajar sementara, perlengkapan sekolah, serta dukungan bagi para guru menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas belajar para siswa di NTT. (Far)
Baca juga:
Berawal dari Kekesalan atas Usaha, Reza Arap Ikhlas jika Tidak dapat Reimburse