MERAHPUTIH.COM - MEMASUKI hari kedua di Flores, tim Yayasan Merah Putih Kasih (JHL Foundation) menelusuri sejumlah wilayah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.
Seharian penuh, tim menyusuri tiga kecamatan, yakni Boleng, Pacar, dan Macang Pacar, dengan mendatangi Desa Mbuit, Desa Kombo Tengah, Desa Rego, hingga Desa Watu Baru. Langkah ini dilakukan agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sebagian besar warga di wilayah tersebut menggantungkan kehidupan sebagai petani dan pekebun. Di tengah aktivitas pemulihan, warga masih merasakan gempa susulan. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat, termasuk lansia, keluarga dan anak-anak, masih diliputi rasa khawatir.
Selain menyerahkan bantuan kebutuhan dasar, tim JHL Foundation juga berdialog dengan warga, memberikan semangat dan mencoba menghibur anak-anak yang terdampak bencana.
Baca juga:
Kepala Desa Kombo Tengah turut hadir menyambut kedatangan tim JHL Foundation. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat desanya.
“Terima kasih banyak atas nama pribadi dan Desa Kombo kepada JHL Foundation yang telah membantu kami yang mengalami bencana. Sebelumnya kami tidak tahu siapa yang akan membantu dan seperti apa bantuannya. Hari ini bantuan itu nyata sampai kepada kami. Terima kasih banyak," ucapnya.
Ia juga meminta maaf apabila dalam proses penerimaan bantuan terdapat kekurangan dan menjelaskan Desa Kombo menjadi salah satu titik prioritas karena memiliki posko dengan jumlah warga terdampak yang cukup besar.
“Bantuan yang masuk di sini cukup banyak karena desa ini menjadi salah satu prioritas dan memiliki posko yang besar. Namun masih ada desa dan dusun lain yang mengalami kondisi sama. Biarkan kami membantu mengatur agar bantuan dapat diteruskan dan menjangkau mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.
Penyaluran langsung ini menjadi bagian dari komitmen JHL Foundation untuk memastikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar yang disiapkan bagi masyarakat terdampak gempa Flores, NTT, dapat tersebar secara merata dan tepat sasaran.
Baca juga:
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Disambut Positif
Kehadiran tim juga mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan berupa bahan makanan pokok, terpal, pakaian, selimut dan kebutuhan dasar lainnya dinilai sangat membantu warga yang masih menghadapi dampak gempa.
Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih Jerry Hermawan Lo mengatakan keputusan untuk menyalurkan bantuan langsung ke desa-desa merupakan upaya memastikan masyarakat yang terdampak benar-benar merasakan manfaatnya.
“Kami tidak ingin hanya mengirim bantuan lalu selesai. Kami ingin datang, melihat sendiri kondisi masyarakat, mendengar apa yang mereka rasakan, dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Flores sedang berduka, dan kami ingin hadir di tengah mereka. Setidaknya, masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri," ucapnya.
Jerry menegaskan kehadiran tim JHL Foundation bukan semata membawa logistik, melainkan juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang masih menghadapi trauma akibat gempa.
Ada anak-anak yang masih takut, ada orang tua yang kehilangan rumah, ada petani yang harus meninggalkan sementara tempat mereka mencari nafkah. Dalam situasi seperti ini, bantuan memang penting, tetapi kehadiran manusia untuk manusia juga tidak kalah penting. Kami datang untuk membawa keduanya: bantuan dan semangat.
Jerry Hermawan Lo, Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Terus Bergerak Memastikan Bantuan Merata
JHL Foundation akan terus bergerak bersama masyarakat memastikan bantuan menjangkau wilayah yang membutuhkan. Sebab bagi JHL, hadir untuk Flores bukan sekadar datang membawa bantuan, tetapi datang untuk menemani masyarakat melewati masa sulitnya.
Di tengah proses tersebut, JHL Foundation memilih bergerak langsung dari desa ke desa. Bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi menemui warga, mendengar cerita mereka, dan memastikan bantuan hadir di tempat yang memang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang masih berhadapan dengan ketidakpastian akibat gempa, kehadiran itu menjadi lebih dari sekadar bantuan logistik. Ia menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.(*)
Baca juga:
JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa