MerahPutih.com - Menteri Keuangan menyebut pemerintah sudah menyalurkan dana senilai Rp 44 miliar untuk penanganan bencana di wilayah terdampak gempa bumi di NTT dan masih membuka ruang penambahan anggaran sesuai hasil evaluasi terhadap perkembangan kondisi dan kecukupan dana untuk kebutuhan di lapangan.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah terus mengawal perkembangan dan melakukan percepatan penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) sudah ke sana (NTT). Sementara (karhutla), dari Menko PM (Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar), Mendagri (Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian), dan Menteri Keuangan sudah mengikuti perkembangan yang ada,
kata Menko Airlangga saat ditemui di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (21/8).
Menko Airlangga sebelumnya mengatakan bahwa karhutla yang terjadi di Kalimantan mengganggu kegiatan ekonomi di wilayah terdampak.
Baca juga:
Airlangga Hartarto Bidik Emas Warga Tersimpan 'di bawah bantal' 1.800 Ton Masuk Ekosistem Bulion
Ya tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut karena kegiatan ekonomi kan terganggu. Plus, perlu ada penanggulangan terhadap karhutla tersebut,
kata Airlangga.
Pemerintah saat ini tengah fokus menangani karhutla, terutama karena Indonesia mulai mengalami fenomena El Nino yang rentan meningkatkan risiko kebakaran akibat kondisi yang lebih kering.
Adapun pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan di wilayah Kalimantan, sekaligus menambah sumber air melalui pembangunan dan pengaktifan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas.
Penguatan penanganan tersebut difokuskan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan dengan menggabungkan patroli, pemantauan titik panas, pemadaman, pembasahan, hingga pendinginan untuk mencegah api kembali muncul. (*)