BNPB Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalimantan, 30 Helikopter Disiagakan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
BNPB Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalimantan, 30 Helikopter Disiagakan

Foto udara karhutla di Kelurahan Sepan, Penajam Paser Utara, Kaltim, pada Rabu (19/8) (ANTARA/ HO- BPBD Kabupaten PPU)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

Penanganan tidak hanya dilakukan melalui modifikasi cuaca. Pemerintah juga menambah armada udara serta memperkuat personel dan sarana pemadaman di darat.

Kepala BNPB Suharyanto menyebut peningkatan aktivitas karhutla terutama terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya curah hujan alami yang terjadi selama hampir sepekan terakhir. Situasi ini memperbesar potensi kebakaran sekaligus memperpanjang keberadaan asap di sejumlah wilayah.

Menurut dia, kondisi karhutla di Kalimantan memiliki karakteristik berbeda karena banyak terjadi di lahan gambut. Permukaan lahan yang terlihat sudah padam belum tentu bara di bawahnya benar-benar mati.

"Karena itu, hujan dengan intensitas yang cukup menjadi salah satu faktor penting untuk membantu membasahi kembali lahan gambut dan memadamkan bara yang masih tersimpan," ujar Suharyanto saat meninjau Posko Logistik Nasional Penanganan Darurat Gempa di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8).

Baca juga:

Terbang ke Kalimantan, Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Kebakaran Hutan

OMC Kembali Dilaksanakan Secara Intensif

Suharyanto menegaskan OMC menjadi salah satu prioritas BNPB dalam menangani karhutla.

Berdasarkan evaluasi teknis dan ketersediaan awan yang dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Minggu (23/8), penyemaian awan menggunakan garam dapat kembali dilaksanakan secara intensif di wilayah Kalimantan.

OMC menjadi salah satu prioritas kita. Hari ini sudah bisa kembali dilaksanakan secara intensif berdasarkan kondisi awan yang tersedia. Kita berharap hujan dapat segera turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan sehingga membantu proses pemadaman di lapangan,

Kepala BNPB, Suharyanto.

Penguatan penanganan karhutla juga dilakukan melalui penambahan armada udara. BNPB saat ini menyiagakan 30 unit helikopter untuk mendukung operasi water bombing dan patroli udara di wilayah Kalimantan.

Selain itu, sebanyak 22 unit helikopter disiagakan untuk mendukung penanganan Karhutla di wilayah Sumatera.

Jumlah armada tersebut masih dapat ditambah sesuai kebutuhan lapangan dan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, serta koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.

Satgas Darat Diperkuat, 100 Mobil Tangki Disiapkan per Provinsi

Selain operasi udara, pemerintah memperkuat satgas darat dengan menambah perlengkapan bagi personel, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) dan pompa air bertekanan tinggi (high-pressure pump).

Langkah tersebut dilakukan demi memastikan proses pemadaman di darat dapat berjalan lebih efektif.

Pemerintah juga mengalokasikan dukungan berupa mobil tangki air hingga 100 unit untuk setiap provinsi sesuai kebutuhan.

Armada tersebut akan memperkuat distribusi air bagi operasi pemadaman darat di wilayah kabupaten dan kota yang terdampak Karhutla.

Baca juga:

Prabowo Kirim 1.200 Prajurit TNI dari Jawa ke Kalimantan Perang Lawan Asap

Suharyanto menegaskan pemerintah pusat memberikan perhatian penuh terhadap karhutla di Kalimantan.

Presiden Prabowo pun telah menginstruksikan agar kebutuhan sarana dan prasarana operasional tim gabungan di lapangan dipenuhi dan penanganan dipercepat.

"Jadi bukan hanya pemadaman dari udara, tetapi juga penguatan satgas darat, peralatan, pompa, mobil tangki, dan seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat pengendalian Karhutla," jelas Suharyanto.

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang

Bersamaan dengan penanganan kebakaran, BNPB terus memantau dampak asap terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor transportasi udara.

Kepekatan asap sempat menyebabkan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah, antara lain di Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak, terutama pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat.

Namun, kondisi jarak pandang dilaporkan berangsur membaik pada siang hari.

Berdasarkan pemantauan lalu lintas udara pada Minggu pagi, aktivitas penerbangan di sejumlah bandara utama, seperti Bandara Syamsudin Noor, Bandara Supadio, dan Bandara Tjilik Riwut, masih dapat berlangsung dengan aman dan sesuai jadwal.

Baca juga:

Kebakaran di Kalimantan Ancam Kehidupan Satwa Liar, Trenggiling Ditemukan Hangus Terbakar

BNPB juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah.

Posko Kesehatan Terpadu diperkuat di daerah terdampak untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan kesehatan tertentu, mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang diperlukan.

Sementara terkait potensi dampak asap lintas batas atau cross-border haze, pemerintah terus memantau dan berkoordinasi lintas kementerian/lembaga sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

BNPB Optimistis Karhutla Segera Terkendali

Suharyanto mengatakan kondisi di Sumatera saat ini relatif lebih terkendali karena hujan masih bisa didatangkan.

Sementara untuk Kalimantan, pemerintah terus memperkuat armada darat, menambah helikopter, dan kembali menjalankan OMC.

"Untuk Sumatera saat ini relatif lebih terkendali karena hujan masih bisa didatangkan. Sementara untuk Kalimantan, kita terus memperkuat armada darat, menambah helikopter, dan OMC mulai berjalan kembali hari ini. Dengan seluruh upaya tersebut, kami optimistis Karhutla di Kalimantan dapat segera kita kendalikan bersama," ucapnya. (Asp)

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Kalimantan #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
BMKG menyampaikan dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Indonesia
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Pengungkapan perkara tersebut dilakukan melalui berbagai sumber informasi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Indonesia
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Kemenkes mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. DPR meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemadaman lahan yang masih terbakar, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan operasi udara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Bagikan