Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat

Anies Baswedan. Foto: MP/Didik Setiawan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PUBLIK figur Anies Baswedan memberikan tanggapannya terkait dengan sejumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia. Ia menekankan pentingnya komunikasi lintas sektor, cepat tanggap menangani bencana yang tengah berlangsung.

Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa. Menurutnya, gempa maupun kekeringan memang merupakan gejala alam, tetapi dapat berubah menjadi bencana besar ketika kesiapsiagaan dan koordinasi tidak berjalan dengan baik.

"Kita tidak boleh melihat penderitaan ini sebagai biasa saja," kata Anies dalam unggahan video X, Sabtu (22/8).

Anies menekankan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan mestinya bisa dicegah. Ia kemudian turut menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang masih meluas di sejumlah wilayah Kalimantan.

Baca juga:

DPR Desak Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan



Menurut Anies, kebakaran yang berulang setiap musim kemarau tersebut bisa dicegah risikonya, terlebih telah diketahui seperti apa titik rawan kebakaran, arah angin, kerentanan lahan gambut, termasuk dampak super El Nino yang sudah terdeteksi lebih dulu. "Hal yang diperlukan saat ini yakni penanganan yang lebih intensif," ujarnya.

Anies mendorong pemerintah pusat dan daerah, aparat, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, kampus, organisasi kemasyarakatan, hingga media untuk bekerja secara terpadu dalam menghadapi bencana.

Menurutnya, data mengenai kondisi di lapangan harus terbuka, bantuan harus benar-benar sampai kepada masyarakat, serta informasi mengenai risiko bencana perlu disampaikan dengan jelas. Prioritas juga harus diberikan kepada kelompok masyarakat yang paling terdampak.

Baca juga:

Jumlah Korban Tewas Gempa NTT Capai 83 Orang, Terbaru dari Nagekeo dan Ngada

Minta Penanganan Gempa NTT Diperkuat


Selain kebakaran di Kalimantan, Anies juga menyoroti kondisi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih menghadapi gempa susulan. Ia mengatakan gempa susulan bukan hanya menimbulkan kerusakan, melainkan juga membuat rasa aman masyarakat belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, penanganan tidak boleh berhenti pada respons awal bencana.

Koordinasi penanganan di NTT, menurut Anies, perlu segera diperkuat. Kebutuhan masyarakat seperti layanan kesehatan, air bersih, makanan, tempat berlindung, serta pendampingan harus dipastikan tersedia. "Jangan biarkan keluarga yang mengungsi harus mencari informasi sendiri," katanya.

Menurut Anies, masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan kepastian bahwa pemerintah dan berbagai pihak hadir untuk membantu mereka melewati situasi sulit.

Masyarakat Diimbau Selalu Bergotong Royong



Anies juga mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam penanganan bencana sesuai kemampuan masing-masing. Bentuk kontribusinya meliputi mencegah hoaks, mendukung lembaga kemanusiaan yang bekerja di lapangan, serta menjaga kepedulian terhadap warga terdampak di Kalimantan dan NTT.

Ia menekankan penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semangat gotong royong diperlukan agar masyarakat yang terdampak tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.

"Mari hadir, mari berdiri, mari bergerak. Tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi bencananya sendirian," ujarnya.(Tka)

Baca juga:

Pesawat CASA A-2117 Skadron Udara 4 Dikerahkan Buat Operasi Modifikasi Cuaca Padamkan Karhutla

#Anies Baswedan #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Gempa NTT
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Pengungkapan perkara tersebut dilakukan melalui berbagai sumber informasi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Indonesia
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Kemenkes mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. DPR meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemadaman lahan yang masih terbakar, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan operasi udara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Indonesia
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dilibatkan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Indonesia
Malaysia Kirim Pesawat, 3 Helikopter, dan 52 Personel Bantu Atasi Karhutla
Malaysia akan mengirim satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel untuk membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Malaysia Kirim Pesawat, 3 Helikopter, dan 52 Personel Bantu Atasi Karhutla
Bagikan