Kebakaran di Kalimantan Ancam Kehidupan Satwa Liar, Trenggiling Ditemukan Hangus Terbakar

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Kebakaran di Kalimantan Ancam Kehidupan Satwa Liar, Trenggiling Ditemukan Hangus Terbakar

Banyak hewan langka terancam dalam kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. (foto: unsplash/benjamin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tidak hanya mengancam lingkungan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada kehidupan satwa liar yang berada di kawasan tersebut. Tim pemadam menemukan sejumlah hewan dalam kondisi mati terpanggang ketika melakukan penanganan kebakaran di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (19/8).

Salah satu satwa yang ditemukan yakni trenggiling. Hewan dilindungi itu ditemukan mati di sekitar area terdampak kebakaran. Lokasi penemuan tersebut berada tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura. Temuan itu menjadi gambaran lain mengenai dampak karhutla yang dapat menghancurkan habitat dan menghilangkan ruang aman bagi satwa untuk menyelamatkan diri.

Tim Manggala Agni yang berada di lokasi untuk memadamkan kebakaran menjadi pihak yang menemukan bangkai trenggiling tersebut. Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang Efendi membenarkan adanya temuan tersebut.

‎"Iya, betul kejadian tersebut, satwa tersebut ditemukan salah satu tim kami di lokasi kemarin," kata Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang Efendi saat dimintai konfirmasi di Pontianak, dikutip ANTARA.

Baca juga:

Prabowo Kirim 1.200 Prajurit TNI dari Jawa ke Kalimantan Perang Lawan Asap

Hewan Lain Juga Terancam Api dan Asap



Selain trenggiling, ular menjadi salah satu jenis satwa yang paling sering ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran. Hewan yang berada di permukaan tanah ini memiliki ruang gerak terbatas dapat menghadapi kesulitan ketika api bergerak cepat dan asap memenuhi kawasan hutan.

‎"Sejauh ini hewan atau satwa yang banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan ialah ular," ujarnya.

Meski sejumlah satwa ditemukan menjadi korban, hingga saat ini Manggala Agni belum menemukan orang utan maupun beruang yang mati akibat karhutla di lokasi tersebut. Kedua satwa itu dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam mendeteksi keberadaan api sehingga dapat menjauh sebelum kebakaran mencapai wilayah tempat mereka berada.

‎"Kalau orang utan atau beruang, sejauh ini kami belum menemukan karena biasanya hewan tersebut instingnya lebih kuat. Ketika mereka mendengar suara api dari kejauhan, mereka akan cepat menjauh dan pergi," katanya.

Namun, tidak adanya penemuan bangkai orangutan maupun beruang bukan berarti karhutla tidak memberikan ancaman terhadap keberlangsungan hidup mereka. Kebakaran hutan dapat menghilangkan pepohonan, sumber makanan, tempat berlindung, serta jalur jelajah satwa. Ketika habitat terbakar atau terfragmentasi, satwa yang berhasil menyelamatkan diri tetap berpotensi menghadapi kesulitan untuk bertahan hidup setelah api padam.

Dampak serupa juga dapat dirasakan berbagai satwa lain yang hidup di hutan Kalimantan. Orang utan, misalnya, sangat bergantung pada kawasan hutan untuk mencari makanan dan membangun sarang. Ketika hutan terbakar, mereka bukan hanya harus melarikan diri dari api, tetapi juga kehilangan sebagian habitat yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Satwa lain seperti kuskus atau yang kerap disebut marsupilami juga menghadapi ancaman ketika habitat hutannya terbakar. Kuskus merupakan satwa arboreal yang banyak menghabiskan waktu di pepohonan. Hilangnya tutupan hutan dapat membuat ruang hidup dan sumber pakannya semakin terbatas. Sejumlah jenis kuskus di Indonesia juga memiliki status konservasi yang mengkhawatirkan sehingga kerusakan habitat akibat kebakaran dapat memperbesar tekanan terhadap populasinya.

Trenggiling juga menghadapi persoalan serupa. Selain menjadi korban langsung api seperti yang ditemukan di Ketapang, satwa tersebut dapat kehilangan tempat mencari makan dan berlindung akibat perubahan kawasan hutan. Sebagai satwa yang dilindungi, keberadaan trenggiling di alam juga terus menghadapi berbagai tekanan, termasuk perusakan habitat dan perburuan.

Ular dan berbagai satwa kecil lainnya pun tidak selalu mampu menyelamatkan diri dari kebakaran. Api yang menjalar di permukaan tanah, panas ekstrem, serta kepulan asap dapat membuat satwa kehilangan kesempatan untuk mencari tempat aman. Satwa yang berhasil melarikan diri juga dapat terdorong keluar dari habitatnya dan masuk ke kawasan yang telah dihuni manusia.

Karhutla Musnahkan Habitat Hewan


Karhutla dengan demikian bukan hanya persoalan hilangnya vegetasi atau kemunculan asap yang mengganggu aktivitas warga. Di balik area hutan yang terbakar, terdapat ekosistem yang ikut kehilangan tempat hidupnya. Satwa yang mati terbakar menjadi dampak paling terlihat, sementara satwa yang selamat masih harus menghadapi persoalan lain setelah kebakaran berakhir.

Temuan trenggiling dan ular di lokasi karhutla Ketapang menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan memiliki dampak panjang terhadap kehidupan liar. Api mungkin dapat dipadamkan dalam hitungan hari, tetapi pemulihan habitat membutuhkan waktu jauh lebih lama. Bagi satwa seperti orang utan, trenggiling, kuskus, dan berbagai jenis hewan lainnya, hilangnya hutan berarti lenyapnya ruang untuk mencari makan, berkembang biak, berlindung, dan mempertahankan kehidupannya.(far)

Baca juga:

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan Kalimantan: Cek Update Bandara Terdampak dan Hak Penumpang

#Kalimantan #Kebakaran #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
BMKG menyampaikan dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Indonesia
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Indonesia
TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Dipicu Gas Metan dalam Tumpukan Sampah
Luasan area kebakaran diperkirakan mencapai 10 ha.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Dipicu Gas Metan dalam Tumpukan Sampah
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Pengungkapan perkara tersebut dilakukan melalui berbagai sumber informasi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Indonesia
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Kemenkes mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. DPR meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Bagikan