MerahPutih.com - Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi 4.806 titik panas di Pulau Sumatera, meningkat dari sebelumnya sebanyak 2.259 titik pada Selasa (6/10) sore.
Jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 07.00 WIB, Rabu pagi. Dari jumlah tersebut Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 3.689 titik.
"Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Jambi sebanyak 438 titik, Lampung (353), dan Bangka Belitung (296)," kata Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris.
Wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Riau 16 titik, Bengkulu (7), Kepulauan Riau (5), Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing terpantau satu titik.
Baca juga:
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sementara itu sebaran titik panas di Riau terdapat di empat wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Inderagiri Hulu sebanyak 6 titik. Sisanya Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, dan Kota Pekanbaru masing-masing dua titik. Sisanya da di Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.
Kondisi titik panas di bagian Selatan Sumatera tersebut juga mengakibatkan kabut asap di Provinsi Riau. Jarak pandang di Pekanbaru kurang dari 1 Kilometer dengan kondisi berasap.
BMKG menyampaikan dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
"Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," katanya dikutip Antara.