MerahPutih.com - Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi lonjakan 4.845 titik panas di Pulau Sumatera dari sebelumnya sebanyak 3.157 titik pada Rabu (6/10) sore.
Jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, Rabu (7/10) malam. Dari jumlah tersebut Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 3.847 titik.
Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Jambi sebanyak 384 titik, Bangka Belitung (316), dan Lampung (251),
kata Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir P di Pekanbaru, Kamis (8/10).
Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Riau 19 titik, Bengkulu (19), Sumatera Utara (5), Sumatera Barat (2), Kepulauan Riau dan Aceh masing-masing terpantau satu titik.
Baca juga:
Sementara itu sebaran titik panas di Riau terdapat di empat wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 15 titik. Sisanya Kabupaten Inderagiri Hulu, Rokan Hilir, Siak, dan Kota Dumai masing-masing satu titik.
Kondisi titik panas di bagian Selatan Sumatera tersebut mengakibatkan kabut asap di Provinsi Riau. Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
BMKG menyampaikan dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Kami mengimbau untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,
katanya dikutip Antara.