MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH memastikan penanganan terhadap warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Penanganan akan terus dikawal hingga kehidupan masyarakat pulih seperti sebelum gempa terjadi.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan saat merespons kunjungan BNPB yang diwakili langsung oleh Kepala BNPB Suharyanto ke Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT.
"Pemulihan kehidupan masyarakat akan terus dikawal agar warga Pulau Palue dapat kembali beraktivitas dengan aman dan perlahan meninggalkan trauma akibat gempa," kata Berton di Jakarta, dikutip Sabtu (22/8).
Dengan akses yang kini mulai terbuka dan dukungan yang terus mengalir, jelasnya, masyarakat Pulau Palue diharapkan dapat menatap masa depan dengan lebih tenang. Berton menegaskan pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sekaligus mendampingi proses pemulihan hingga kehidupan warga kembali pulih.
Baca juga:
BNPB Pastikan Bantuan Pemerintah dan Presiden Prabowo Diterima Warga Terdampak Gempa NTT
Dengan akses yang kini mulai terbuka dan dukungan yang terus mengalir, masyarakat Pulau Palue diharapkan dapat menatap masa depan dengan lebih tenang. Pulau Palue merupakan salah satu wilayah yang merasakan dampak gempa cukup kuat karena lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8). Beberapa rumah warga di kawasan itu mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam.
Di tengah pemulihan, sejumlah warga masih memilih mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah sebagai tempat beristirahat sementara karena masih diliputi rasa khawatir untuk kembali menempati rumah.
Kekhawatiran tersebut tidak terlepas dari guncangan gempa susulan yang masih dirasakan masyarakat.(knu)
Baca juga:
Masih Trauma Gempa Susulan, Warga Flores NTT Pilih Tidur di Bedeng Darurat