Masih Trauma Gempa Susulan, Warga Flores NTT Pilih Tidur di Bedeng Darurat

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Masih Trauma Gempa Susulan, Warga Flores NTT Pilih Tidur di Bedeng Darurat

Penanganan Korban Gempa NTT (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Bayang-bayang ketakutan akibat gempa bumi masih menyelimuti benak warga di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ancaman gempa susulan membuat masyarakat, khususnya di Kabupaten Sikka dan Ende, enggan beristirahat di dalam rumah.

Mereka memilih mendirikan bedeng darurat dan tempat tinggal sementara di pekarangan demi mengantisipasi risiko guncangan susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Baca juga:

JHL Foundation Koordinasi dengan BPBD, Salurkan Bantuan Gempa Flores NTT

Kondisi mencekam ini dirasakan langsung oleh warga Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, NTT.

Bagi mereka, bertahan di bangunan semipermanen luar rumah menjadi pilihan paling aman saat trauma gempa Flores membuat siapapun waswas, terutama saat malam hari tiba.

Bertahan di Bedeng Darurat demi Keselamatan

Yayasan
Yayasan JHL Merah Putih Kasih melalui JHL Group menyalurkan bantuan Rp 1,3 miliar untuk korban gempa Flores NTT. (Foto: Dok. Merah Putih Kasih Foundation)



Salah satu warga Desa Bhera, Niko, menceritakan bagaimana ia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke bedeng rakitan tepat di depan rumah mereka. Keterbatasan fasilitas di dalam bedeng tak memadamkan niat mereka untuk tetap bertahan di luar rumah.

Kalau tidur di dalam rumah, kami masih sangat takut. Trauma gempa kemarin belum hilang. Kami khawatir kalau ada gempa susulan malam-malam, kami tidak sempat menyelamatkan diri keluar rumah,

tutur Niko.

Bagi Niko dan tetangganya, struktur bedeng berkonstruksi ringan memberikan rasa aman yang tak lagi mereka dapatkan di dalam bangunan permanen.

Meski jauh dari kata nyaman, gubuk sementara ini memberi mereka akses evakuasi yang lebih cepat jika bumi kembali bergetar.

Jeritan Hati Warga: Butuh Material Bangunan dan Semen

Selain rasa aman, warga terdampak gempa di Flores kini mulai memikirkan nasib tempat tinggal mereka ke depan. Pasokan pangan memang krusial, tetapi ketersediaan bahan bangunan menjadi kebutuhan mendesak yang sangat mereka harapkan saat ini.

Niko menyampaikan harapannya agar ada uluran tangan berupa bantuan material seperti semen dan kebutuhan konstruksi lainnya.

"Kami sangat berharap gempa ini segera berhenti total. Selain pangan, kami butuh bantuan semen dan bahan bangunan agar rumah kami bisa diperbaiki dan aman ditinggali lagi," ungkapnya.

Kepanikan serupa juga menjangkiti warga di wilayah Ende. Rasa cemas akan potensi guncangan di tengah lelapnya tidur membuat sebagian masyarakat konsisten menghabiskan malam beratap seadanya di luar rumah.

Geliat Bantuan Pertama dari JHL Foundation

JHL Foundation salurkan bantuan untuk warga Sikka NTT
JHL Foundation salurkan bantuan untuk warga Sikka NTT. Foto: MerahPutih/Kanu

Di tengah kondisi yang penuh keterbatasan, Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) hadir sebagai organisasi kemanusiaan pertama yang menembus Desa Bhera untuk menyalurkan bantuan gempa NTT.

Sebanyak 60 paket logistik diserahkan langsung kepada warga yang membutuhkan. Masing-masing paket berisi:

  • Beras 5 kg

  • Telur segar

  • Mi instan

  • Terpal pelindung hujan dan angin

Bagi Niko dan masyarakat Desa Bhera, kehadiran tim JHL Foundation memberikan secercah harapan di tengah kepungan trauma.

Baca juga:

JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT

Bantuan tersebut tidak sekadar mengganjal perut yang lapar, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mereka tidak berjuang sendirian menghadapi dampak pascagempa.

"Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami berterima kasih karena JHL Foundation sudah datang langsung ke sini," tutup Niko.

#JHL Group #Jhl Foundation #JHL Merah Putih Kasih Foundation #Gempa #Gempa NTT #Merah Putih Kasih #Merah Putih Kasih Peduli
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bandung diguncang gempa Bumi M2,8 pada Senin (21/9) pagi. BMKG pun mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Menyambut World Cleanup Day 2026, JHL Group dan Banksasuci menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane lewat program Impactful Ecosystem. Simak aksi selengkapnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
ShowBiz
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Bukan pengalaman pertamanya dalam membantu penyediaan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Indonesia
BMKG Ungkap Pemicu Gempa M 5,2 di Malang
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter pemutakhiran magnitudo M 5,0 dengan pusat gempa berkedalaman 39 km.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BMKG Ungkap Pemicu Gempa M 5,2 di Malang
Indonesia
Gempa M 5,2 Guncang Malang Pagi Ini, GetaranTerasa Sampai Bali
BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, masyarakat diimbau tetap tenang dan berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Gempa M 5,2 Guncang Malang Pagi Ini, GetaranTerasa Sampai Bali
Indonesia
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Gempa Malang hari ini dengan magnitudo 5.2 mengguncang wilayah Jawa Timur bagian selatan. Cek info resmi BMKG soal potensi tsunami dan daftar daerah terdampak guncangan!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Indonesia
Gempa Jakarta Magnitudo 5,9 Sempat Ganggu Perjalanan KRL, Cek Info Terkininya
Gempa M 5,9 di Kepulauan Seribu yang terjadi Sabtu (12/9) pagi tadi sempat berdampak ke sejumlah transportasi umum di Jabodetabek
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Gempa Jakarta Magnitudo 5,9 Sempat Ganggu Perjalanan KRL, Cek Info Terkininya
Bagikan