MerahPutih.com - Gempa Bumi bermagnitudo 2,8 mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (21/9) pagi. Gempa terjadi saat sebagian masyarakat masih beraktivitas di rumah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa terjadi pada pukul 04.33 WIB dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Baca juga:
Peta Geologi Kebobolan! BMKG Temukan Patahan Baru Misterius Pemicu 118 Gempa Kab Bandung
BMKG Ungkap Penyebab Gempa M2,8 di Bandung 21 September 2026
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Oktavia Setiowati mengatakan, episenter gempa berada pada koordinat 7,2389 derajat lintang selatan dan 107,6158 derajat bujur timur.
Pusat gempa berada di darat, atau sekitar 26 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman hanya 4 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
kata Ana dalam keterangannya
Sementara itu, getaran gempa dirasakan masyarakat di wilayah Pangalengan dan Kertasari dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Baca juga:
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BMKG Sebut tak Ada Gempa Susulan di Bandung
Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dapat dirasakan seperti ada truk yang melintas.
Meski getarannya dirasakan warga, sampai saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan. Hingga pukul 04.50 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan. (knu)