Tempat Ibadah Retak Terdampak Gempa, Umat Katolik Watujuke Ende Gelar Misa di Halaman Rumah

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Tempat Ibadah Retak Terdampak Gempa, Umat Katolik Watujuke Ende Gelar Misa di Halaman Rumah

Penyerahan Paket bantuan untuk Umat Katolik Watujuke.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - YAYASAN JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) menyalurkan bantuan bagi umat Katolik di Stasi Santo Thomas Watujuke, Kuasi Paroki Santo Simon Petrus Anaranda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8) malam.

Sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada umat terdampak gempa di wilayah tersebut. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, telur, dan mi instan. Bantuan tersebut terasa semakin istimewa karena diterima umat setelah mereka mengikuti misa bersama di halaman rumah warga tanpa tenda. Umat Stasi Santo Thomas Watujuke belum dapat kembali beribadah di kapela.

Tempat Ibadah Terdampak Gempa

Gempa besar yang melanda NTT pada pekan lalu membuat bangunan kapela yang berjarak sekira tiga kilometer dari permukiman warga itu mengalami keretakan. Selain itu, akibat gempa, umat masih diliputi trauma dan memilih melaksanakan misa di rumah warga. Dalam keterbatasan, misa tidak digelar pada Sabtu malam seperti biasanya. Sekitar 400 umat berada dalam wilayah pelayanan stasi tersebut.


Salah seorang umat setempat, Piter Mbete, mengatakan kondisi gempa membuat warga, khususnya anak-anak, mengalami trauma.

“Anak-anak masih trauma dengan gempa. Kami juga masih takut berada di dalam rumah karena banyak rumah yang mengalami keretakan,” ujar Piter.


Meski demikian, tidak ada umat yang dilaporkan menjadi korban jiwa maupun mengalami luka akibat gempa. Kerusakan lebih banyak terjadi pada rumah warga, sedangkan kapela mengalami keretakan sehingga belum digunakan untuk kegiatan misa.

Baca juga:

Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung

Teguh Beribadah di Tengah Keterbatasan


Desa Mautinda dan Desa Ratewati sendiri merupakan wilayah dengan mayoritas masyarakat beragama Katolik. Guncangan gempa yang masih terjadi membuat kehidupan umat, termasuk kegiatan keagamaan, ikut terdampak.

Romo Luis Ngadha mengatakan misa yang dilakukan di halaman rumah menjadi bentuk keteguhan umat untuk tetap menjalankan kehidupan iman di tengah situasi sulit.

Walaupun kita mengalami gempa dan ada rasa takut, umat tetap berkumpul untuk berdoa dan merayakan Ekaristi. Ini menjadi kekuatan bagi umat agar tidak kehilangan harapan.

Romo Luis Ngadha, Romo Paroki Stasi Santo Thomas Watujuke

Pada Sabtu (22/8) ini, misa diakhiri dengan penyerahan bantuan 100 paket sembako dari JHL Foundation. Bagi warga, bantuan tersebut menjadi kabar sukacita karena merupakan bantuan pertama yang mereka terima sejak gempa terjadi sekitar sepekan.


Yohanes Raja, tokoh masyarakat Desa Nuangeda, mengatakan warga sangat bersyukur karena JHL Foundation menjadi organisasi pertama yang datang memberikan bantuan kepada mereka di wilayah terpencil tersebut. “Ini bantuan pertama yang datang kepada kami. Kami sangat bersukacita karena setelah gempa, akhirnya ada yang datang melihat dan membantu kami,” kata Yohanes.


Desa Nuangeda berada di kawasan pegunungan dan jauh dari pusat keramaian. Akses menuju wilayah tersebut tidak mudah, sedangkan mayoritas rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa.

Baca juga:

JHL Foundation Terus Bergerak Salurkan Bantuan di NTT, Perdana Jangkau Warga Terpencil Nuangeda, Ende

Panjatkan Rasa Syukur


Lebih jauh, Yohanes menyampaikan apresiasi kepada Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo atas perhatian yang diberikan kepada umat dan masyarakat terdampak gempa. “Kami berterima kasih kepada Bapak Jerry Hermawan Lo. Kami mendoakan semoga beliau panjang umur, sehat selalu, dan diberikan berkat,” ujarnya.

Perwakilan warga, Servatius Namo, juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, kehadiran JHL Foundation bukan hanya membawa sembako, tetapi juga memberikan semangat kepada warga yang masih diliputi ketakutan setelah gempa.

“Kami merasa tidak sendiri. Kami bersyukur karena ada yang datang sampai ke tempat kami dan membantu umat yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Servatius.

Relawan JHL Foundation, Kristoforus Nusa, mengatakan proses penyaluran bantuan berjalan dengan lancar. Ia bersyukur bantuan dapat menjangkau umat yang berada di wilayah pegunungan dan jauh dari pusat keramaian. “Kami bersyukur bantuan bisa diberikan dengan lancar. Melihat umat begitu senang menerima bantuan, apalagi ini menjadi bantuan pertama yang mereka terima sekitar sepekan setelah gempa, tentu menjadi kebahagiaan bagi kami juga,” kata Kristoforus.


Setelah misa dan penyerahan bantuan, umat kemudian berkumpul dan mengucap syukur.
Di tengah kapela yang masih retak dan rumah-rumah yang rusak, mereka berusaha bangkit dan menjalani kehidupan dengan tetap mempertahankan semangat kebersamaan serta iman.(knu)


Baca juga:

JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa

#NTT #Gempa NTT #Jhl Foundation
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tempat Ibadah Retak Terdampak Gempa, Umat Katolik Watujuke Ende Gelar Misa di Halaman Rumah
Misa yang dilakukan di halaman rumah menjadi bentuk keteguhan umat untuk tetap menjalankan kehidupan iman di tengah situasi sulit.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Tempat Ibadah Retak Terdampak Gempa, Umat Katolik Watujuke Ende Gelar Misa di Halaman Rumah
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung
Penyaluran langsung ini jadi komitmen JHL Foundation untuk memastikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar sampai ke warga terdampak gempa Flores, NTT.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung
Indonesia
JHL Foundation Terus Bergerak Salurkan Bantuan di NTT, Perdana Jangkau Warga Terpencil Nuangeda, Ende
Hingga sekitar sepekan setelah gempa, belum ada bantuan yang datang ke wilayah Nuangeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Terus Bergerak Salurkan Bantuan di NTT, Perdana Jangkau Warga Terpencil Nuangeda, Ende
Indonesia
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Para ibu setempat melantukan lirik lagu yang menyentuh hati, nada senduh dan teduh menenangkan perasaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Merah Putih Kasih
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Sebanyak 30 paket bantuan disalurkan JHL Foundation berisi beras 5 kilogram, telur, dan mi instan
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Indonesia
JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa
Romo Yanuarius mengungkapkan rasa syukur dengan mendoakan Jerry Hermawan Lo senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kekuatan, serta perlindungan Tuhan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa
Indonesia
Masih Trauma Gempa Susulan, Warga Flores NTT Pilih Tidur di Bedeng Darurat
Warga Flores NTT masih dibayangi trauma gempa susulan hingga memilih tidur di bedeng darurat. Simak kisah warga Sikka dan aksi tanggap JHL Foundation di sini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Masih Trauma Gempa Susulan, Warga Flores NTT Pilih Tidur di Bedeng Darurat
Indonesia
Jumlah Korban Tewas Gempa NTT Capai 83 Orang, Terbaru dari Nagekeo dan Ngada
Bertambahh 8 jiwa dengan rincian bahwa yang meninggal ialah akibat dampak tidak langsung dari gempa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Jumlah Korban Tewas Gempa NTT Capai 83 Orang, Terbaru dari Nagekeo dan Ngada
Indonesia
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Korban gempa NTT kini masih terus bertambah. Kini, ada 83 orang meninggal dunia dan 110.875 jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Bagikan