Karhutla dan Kemarau Panjang Bikin Kasus Ispa Alami Lonjakan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Karhutla dan Kemarau Panjang Bikin Kasus Ispa Alami Lonjakan

Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru menyemprotkan air saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut yang meluas di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (19/8/2026). Satgas darat dan udara karhutla Riau terus berupaya memadamkan kebakaran di dua lokasi, yakni Desa Rimbo Panjang seluas 4 hektare dan Desa Pagarayung seluas 10 hektare. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabut asap karena kebakaran hutan di Kalimantan kian pekat. Ribuan titik api semakin bertambah membuat masyarakat yang terkena kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kementerian Kesehatan mengatakan, memasuki awal musim kemarau yakni minggu ke 27-31 tahun 2026, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menunjukkan tren peningkatan hingga mencapai lebih dari 400 ribu kasus per minggu. Peningkatan kasus tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan minggu yang sama pada 2025.

Kalau lihat trennya, salah satu faktor utama karena masuk musim kemarau. Karhutla juga memberi dampak,

kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman di Jakarta, Jumat (21/8).

Tren ISPA pada 2026 secara umum lebih tinggi dibandingkan 2025. Puncak musim kemarau terjadi pada minggu ke 32–44, terlihat bahwa kasus di minggu tersebut pada 2025 menunjukkan tren yang relatif tinggi dan konsisten. Pada M32 2025, terdapat sekitar 300–350 ribu kasus, kemudian meningkat hingga hampir 400 ribu kasus pada M44. Pihaknya mencatat, pada 2026, di M30 terdapat sekitar 400 ribu kasus, sementara pada M31 sedikit berkurang.

Baca juga:

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Meluas, 108 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup

Musim kemarau di Indonesia berlangsung secara bertahap antarwilayah, dengan sebagian besar wilayah diprediksi mencapai puncak kemarau pada Juli-Agustus 2026,

ujar Aji.

Periode kemarau menjadi periode kewaspadaan karhutla. Berdasarkan penelitian dan publikasi ilmiah, aktivitas kebakaran hutan mulai meningkat sekitar bulan Juli dan mencapai puncak pada Agustus-September.

Selain itu, peningkatan kasus ISPA terjadi saat musim hujan atau musim dingin, saat suhu lebih rendah dan kelembapan tinggi. Jika cakupan vaksin influenza dan COVID-19 rendah, risiko infeksi meningkat terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Ia menyebutkan, per 17 Agustus 2026, sebanyak 90 tenaga kesehatan dan berbagai bantuan logistik kesehatan dikerahkan merespons gangguan kesehatan akibat karhutla di sejumlah wilayah tanah air.

Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari antara lain dokter, perawat, apoteker, bidan, ahli gizi, pengemudi ambulans, sanitarian, epidemiolog. Para tenaga kesehatan dikirimkan ke wilayah terdampak karhutla, yakni 40 ke Kalimantan Selatan, empat ke Riau, 27 ke Kalimantan Tengah, sembilan ke Kalimantan Barat, lima ke Jambi, dan lima ke Kalimantan Timur.

Kemudian, bantuan logistik untuk daerah-daerah tersebut mencakup 267.630 masker, 54 unit OC, 1.000 pasang handscoon, 36 tabung Oxycan, 33 dus PMT, 40 faceshield, dan delapan Alat Pelindung Diri (APD).

Masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih sehat tiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh di kala musim kemarau dan peningkatan risiko ISPA karena karhutla.

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Kebakaran #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
TNI-Polri, relawan, Perhutani, Basarnas, dan unsur terkait lainnya sejauh ini masih terus berupaya memadamkan titik api di kawasan Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar,  Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
Indonesia
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, pada Jumat (16/10).
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Indonesia
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut Polri mengusut 98 kasus karhutla dan mendalami dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Indonesia
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Tito Karnavian menjelaskan penggunaan surfaktan dan modifikasi cuaca untuk menangani karhutla di lahan gambut. Dry ice dimanfaatkan untuk bantu mengurangi asap.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Indonesia
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water must (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Bagikan