MerahPutih.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB, total korban tewas mencapai 75 orang, bertambah empat jiwa dibandingkan sehari sebelumnya.
Baca juga:
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan 4 jasad baru yang ditemukan hari ini tersebar di tiga kabupaten.
Hari ini, bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, di Nagekeo bertambah satu,
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan
Korban Luka 907 Orang
Jumlah korban luka juga meningkat. Hingga Kamis sore, tercatat 907 orang luka-luka, bertambah sembilan jiwa dari data sebelumnya. Dilansir Antara, seluruh tambahan korban luka berasal dari Kabupaten Ngada.
BNPB menegaskan penanganan terhadap masyarakat terdampak masih terus dilakukan di tengah aktivitas gempa susulan yang masih tinggi.
Data terkini mencatat 3.752 gempa susulan terjadi sejak gempa utama, termasuk gempa berkekuatan 5,7 magnitudo yang dirasakan pada Kamis pukul 10.47 waktu setempat.
Baca juga:
Banyak Korban Gempa NTT Terpaksa Operasi Patah Tulang di Tenda RS Lapangan
Imbauan Waspadai Gempa Susulan
Dalam jumpa pers di Jakarta itu, BNPB juga mengingatkan masyarakat NTT untuk tetap waspada dan siaga.
Khususnya, Berto menekankan pentingnya memastikan kondisi bangunan sebelum kembali atau memasuki rumah dan fasilitas yang terdampak gempa.
“Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga,” tandas pejabat BNPB itu. (*)