3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer

Rumah modular tahan gempa.(Foto: ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - RUMAH tahan gempa selaiknya menjadi standar dalam pembangunan di kawasan hunian di Indonesia. Hal itu mengingat kawasan Indonesia merupakan titik rentan yang mengalami bencana tersebut.

Dalam menghadapi risiko bencana akibat gempa, bangunan tempat tinggal di Indonesia membutuhkan adaptasi khusus agar dapat bertahan saat berhadapan dengan getaran gempa bumi.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis sejumlah terobosan khusus terkait dengan kesiapan bencana dalam bentuk pembangunan rumah. Terobosan tersebut dinamai Rumah Komposit Tahan Gempa (RTKG). Pembeda rumah ini dengan rumah konvensional yakni komposisi bahan bangunan yang digunakan.

Pertama, papan penyusun dinding RTKG dibuat dari papan atau panel bermaterial dari komposit polimer. Bahan tersebut dibuat dari material gabungan antara polimer (resin) sebagai matriks dengan bahan penguat seperti serat kaca (fiberglass), karbon, aramid, atau serat alam.

Baca juga:

Masyarakat Pekalongan dan Batang Harus Beralih ke Rumah Tahan Gempa


Menariknya, bentuk panel komposit ini dibuat tidak flat atau datar, tapi disusun lewat teknik knockdown laiknya menggunakan Lego. RTKG bisa tahan gempa karena 90 persen bangunannya menggunakan genting metal ringan. Dengan bahan ini, pembangunan rumah bisa lebih cepat dan tahan dari risiko kerusakan.

Selain itu rumah juga dipasangi seismic rubber bearing (bantalan karet seismik). Bahan ini menjadi peredan getaran gempa sehingga struktur dapat bertahan dari guncangan.

Rubber bearing biasanya dipasang pada fondasi bawah bangunan, tepatnya di antara fondasi beton (substructure) dan kolom utama bangunan atas (superstructure).

Jika menerapkan rubber bearing ini saat terjadi gempa maka getaran dalam tanah langsung tak dapat mematahkan struktur bangunan. Dengan begitu, terhindarlah risiko kehancuran parah pada bangunan. Bantalan rubber bearing menjadi 'sendi fleksibel' yang memutuskan hubungan kaku antara tanah dan bangunan.(Tka)

Baca juga:

Menteri PUPR Disarankan Manfaatkan Industri Karet untuk Bangunan Tahan Gempa



Sumber Foto: Website/Antara

Penampakan rumah modular tahan gempa


#Gempa #Gempa Bumi #BRIN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis sejumlah terobosan khusus terkait dengan kesiapan bencana dalam bentuk pembangunan rumah.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Indonesia
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
BMKG mencatat hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 4.256 gempa susulan setelah gempa utama pada Sabtu (15/8).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
Indonesia
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Paus Leo XIV mengaku sangat sedih melihat korban jiwa, kehancuran, dan penderitaan yang ditimbulkan bencana tersebut.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Indonesia
3.002 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap Kapan Aktivitas Diperkirakan Menurun
BMKG mencatat 3.002 gempa susulan mengguncang NTT sejak 15-19 Agustus 2026. Sebanyak 86 gempa dirasakan warga dan 25 bermagnitudo 5 atau lebih.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
3.002 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap Kapan Aktivitas Diperkirakan Menurun
Indonesia
Banyak Korban Gempa NTT Terpaksa Operasi Patah Tulang di Tenda RS Lapangan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut banyak korban gempa NTT alami patah tulang.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Banyak Korban Gempa NTT Terpaksa Operasi Patah Tulang di Tenda RS Lapangan
Indonesia
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Pertamina menunda pengoperasian Terminal BBM Reo di Manggarai, NTT pascagempa magnitudo 7,7. Dermaga masih menunggu tes struktur.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Indonesia
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Hal ini seperti disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto
Frengky Aruan - Kamis, 20 Agustus 2026
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Indonesia
Pagi Ini NTT Diguncang Sejumlah Gempa, BMKG Pastikan Tak Terjadi Tsunami
Rentetan gempa mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Rabu (19/8) malam hingga Kamis (20/8) pagi.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Pagi Ini NTT Diguncang Sejumlah Gempa, BMKG Pastikan Tak Terjadi Tsunami
Indonesia
NTT kembali Bergetar, Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi Rabu Malam
BMKG melaporkan gempa mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer dan tak berpotensi tsunami.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
NTT kembali Bergetar, Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi Rabu Malam
Bagikan