Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf

Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang.(foto: pexels-snsn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PENELITI mengungkap temuan terbaru bahwa manusia purba di Sulawesi menggunakan buah pinang untuk mengobati sakit gigi. Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.

Peneliti BRIN Fahri sekaligus arkelog, Senin (2/10), mengungkapkan penyelidikan ini berawal dari analisis makroskopis dan mikroskopis terhadap bentuk serta kondisi gigi dari dua sampel individu manusia purba yang ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan.

“Dasar analisisnya kita itu sebenarnya dari analisis makroskopisnya. Jadi sebelum kami masuk ke analisis mikroskopis, ada hasil pengamatan kasatmata dulu, termasuk pengamatan terhadap kondisi paleopatologinya," ungkap Fakhri.

Penelitian ini dimotivasi sebuah keanehan anatomis yang membingungkan para peneliti selama ekskavasi kerangka manusia purba yang ada di Sulawesi.
Sampel pertama dari Leang Bulu Bettue di Kabupaten Maros diperkirakan hidup pada masa Pleistosen akhir pada 25.000 - 16.000 tahun lalu. Gigi dari individu ini menunjukkan pola keausan atau kerusakan melingkar (circumferential wear) yang sangat parah dan tidak biasa pada bagian oklusal geraham.

Baca juga:

Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang


Sampel kedua ditemukan di Leang Cappa Lombo, Bone, berasal dari masa Holosen Tengah pada 7.600 hingga 6.300 tahun lalu. Pada sampel itu, pola keausan melingkar yang sama ditemukan pada individu dewasa berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 33–50 tahun (dikenal sebagai spesimen CPL-R2).

Berdasarkan studi groundbreaking yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances oleh para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN bahwa manusia purba di Sulawesi telah menggunakan zat psikoaktif pengubah kesadaran sejak ribuan tahun, peneliti geoarkeologi dari Griffith University Australia Basran Burhan menyebut teka-teki bentuk gigi yang tidak biasa ini awalnya sempat disangka sebagai alat bantu kerja tangan (tools).

"Waktu itu kita menganggap mungkin dipakai untuk memelintir kalau mau membuat tali atau semacamnya. Makanya tingkat keausan giginya sangat drastis, tidak normal," kata Basran sembari menyebut hipotesisnya bergeser setelah ditemukan benda berbetuk bulat yang dikulum di dalam rongga mulutnya.

Untuk membuktikan hipotesis tersebut, tim peneliti menerapkan metode analisis biomolekuler yang sangat canggih dan nondestruktif, yaitu liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS). Sampel karang gigi direndam larutan khusus untuk mendeteksi residu zat kimia terkecil tertanam dalam jaringan gigi.

Hasilnya mengejutkan. Analisis mendeteksi keberadaan arecoline, alkaloid utama yang terkandung dalam biji pinang (Areca catechu) dan bersifat psikoaktif sebagai stimulan sistem saraf pusat.

BRIN, manusia purba
Peniliti ungkap manusia purba gunakan biji pinang sebagai obat sakit gigi.(foto: dok pribadi peneliti BRIN)


Zat Adiktif Tertua



Peneliti Pusat Kolaborasi Riset Sulawesi Budianto Hakim menjelaskan penemuan ini menempatkan pinang sebagai zat adiktif tertua yang pernah diketahui manusia sebelum era zat modern lainnya.

"Jadi sebelum manusia mengenal kafein, sebelum mengenal nikotin, zat adiktif yang pertama yang memberi stimulan pada saraf itu, yang pertama tertua ialah pinang. Sekitar 25 ribu tahun yang lalu," tuturnya.

Percobaan lanjutan di laboratorium dengan mereplikasi rongga mulut membuktikan mengisap buah pinang utuh, bahkan tanpa dicampur serbuk kapur sirih seperti metode modern saat ini, sudah mampu melepaskan senyawa arecoline dalam jumlah yang cukup untuk memicu efek fisiologis nyata pada tubuh manusia.

"Adanya tradisi mengunyah pinang dari dua masa Pleistosen hingga era Toalean ini menunjukkan, mungkin saja mereka berasal dari satu leluhur yang sama, terus berlanjut, dari budaya melukis sampai ke budaya Toalean," kata Peneliti Teknologi Litik dan Industri Alat Batu Prasejarah Universitas Hasanuddin Suryatman.(*)

Baca juga:

Manusia Purba Ternyata Juga Gemar Menindik Tubuh

#Sains #BRIN #Manusia Purba
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Indonesia
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
BRIN merilis analisis ilmiah hilangnya KM Virgo Transport di Laut Jawa. Tinggi gelombang bukan kategori ekstrem hanya 1,5 m. Simak temuan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Indonesia
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis sejumlah terobosan khusus terkait dengan kesiapan bencana dalam bentuk pembangunan rumah.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Indonesia
Pesawat N219 dan Varian Amfibinya Bakal Dirangcang Buat Visi Ambulans Udara Presiden Prabowo
Sebagai tulang punggung sistem nirawak, ia menjelaskan BRIN mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) MALE yang mampu mengudara selama 24 jam nonstop
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Pesawat N219 dan Varian Amfibinya Bakal Dirangcang Buat Visi Ambulans Udara Presiden Prabowo
Indonesia
BRIN Perkuat Penguasaan Teknologi Nuklir, Siapkan Indonesia Hadapi Era PLTN
BRIN membangun ekosistem teknologi nuklir dari hulu hingga hilir agar Indonesia siap memasuki era PLTN tanpa bergantung pada teknologi asing.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
BRIN Perkuat Penguasaan Teknologi Nuklir, Siapkan Indonesia Hadapi Era PLTN
Indonesia
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Selain memastikan keamanan data proyek satelit tersebut, Arif mengungkapkan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri, BRIN NEO-1, yang dijadwalkan mengorbit pada awal 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Indonesia
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Presiden menegaskan fondasi utama untuk menguasai sains dan teknologi yakni sistem pendidikan yang kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Indonesia
BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia
BRIN fokus mengembangkan teknologi-teknologi maju yang diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia
Bagikan