Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang

Orang Indonesia teler pakai biji pinang.(foto: pexels-snsn)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — NARKOTIKA ternyata telah ada puluhan ribu tahun lalu, tepatnya 25.000 tahun lalu, di Indonesia. Temuan terbaru para ilmuwan ini mengungkap kemungkinan manusia telah menggunakan zat yang dapat memengaruhi pikiran jauh lebih awal daripada yang selama ini diperkirakan. Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.

Temuan ini berawal kala para ilmuwan dari Griffith University di Australia menemukan pola tidak biasa pada sisa-sisa kerangka para pemburu-peramu awal manusia. Pola tersebut dikaitkan dengan kebiasaan mengisap biji pinang.



Ditemukan di Sulawesi




Pemimpin penelitian tersebut, Profesor Adam Brumm, mengatakan temuan ini mungkin merupakan bukti paling awal penggunaan narkotika di mana pun di dunia. Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Science Advances, para peneliti melaporkan penemuan sisa-sisa kerangka langka dari dua pemburu-peramu awal manusia di Pulau Sulawesi, Indonesia.

Satu kerangka diperkirakan berasal dari 25.000–16.000 tahun lalu, sedangkan kerangka lainnya berasal dari sekitar 7.600–6.300 tahun lalu. Kedua pemburu-peramu tersebut menunjukkan pola keausan gigi yang tidak biasa berupa alur dalam dan membulat pada gigi. Para peneliti menemukan pola tersebut disebabkan kebiasaan mengisap biji pinang utuh.


Baca juga:

Lagi Banyak Pikiran, Motif Aktor Revaldo Kembali Pakai Narkoba Biar Badan Fit


Bikin Euforia



Biji pinang, benih dari pohon pinang (Areca catechu), ketika dimakan, dapat menimbulkan rasa euforia ringan dan meningkatkan kewaspadaan.

“Meskipun kurang dikenal di masyarakat Barat, pinang merupakan zat psikoaktif yang paling banyak digunakan keempat di dunia, setelah alkohol, kafein, dan nikotin,” kata Brumm.

Sebelumnya, para ilmuwan memperkirakan penggunaan zat psikoaktif baru dimulai setelah manusia mengenal pertanian yakni dengan minuman beralkohol hasil fermentasi muncul sekitar 13.000 tahun lalu. Namun, menurut Brumm, teori tersebut gagal memperhitungkan kemungkinan bahwa penggunaan zat psikoaktif yang sangat kuno justru menjadi akar dari zat-zat psikoaktif yang paling umum digunakan saat ini.

“Dengan mengidentifikasi praktik kuno yang mendasari kebiasaan mengunyah pinang seperti yang kita kenal sekarang, penelitian ini menunjukkan sejumlah perilaku penggunaan zat psikoaktif modern berakar kuat pada tradisi masyarakat pemburu-peramu,” ujarnya.

Pada era modern, pinang dikonsumsi dengan mencampurkan biji pinang yang telah diproses dengan kapur sirih dan bahan-bahan lainnya untuk membentuk quid, yang kemudian dikunyah. Campuran tersebut populer di Asia Selatan dan Asia Tenggara dan dikunyah sekitar sepersepuluh populasi dunia.

Para peneliti melakukan sejumlah eksperimen dengan merendam biji pinang dalam air liur buatan. Hasilnya menunjukkan mengisap biji pinang utuh saja sudah dapat melepaskan senyawa psikoaktif dalam jumlah yang cukup untuk memengaruhi fungsi otak.

Efek mengisap biji pinang mungkin lebih ringan daripada mengunyah quid seperti yang dilakukan saat ini. Namun, tim peneliti menduga kebiasaan tersebut cukup signifikan hingga menyebabkan penyakit gusi parah.(dwi)

Baca juga:

Hati-Hati! Polisi Ungkap Peredaran Permen Mengandung Narkotika Golongan I Dari Inggris

#Buah Pinang #Sains #Narkotika
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Indonesia
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Kasus Mary Jane Veloso akhirnya menemui titik terang setelah Presiden Filipina memberikan pengampunan mutlak. Simak alasan Pemerintah RI menghormati keputusan ini dan kesepakatan di baliknya!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Indonesia
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Operasi pembersihan sarang narkoba di Kampung Bahari sempat memanas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 13 Agustus 2026
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Pilot Malaysia Positif Narkoba saat Terbangkan Pesawat ke RI, Diduga sudah Berkali-Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi
Hasil pemeriksaan menunjukkan MS positif mengonsumsi MDMA, metamfetamin, dan kokain.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
Pilot Malaysia Positif Narkoba saat Terbangkan Pesawat ke RI, Diduga sudah Berkali-Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi
Indonesia
Larang Penggunaan Vape, Presiden Prabowo Minta Anak Buahnya Buat Kajian
Prabowo meminta agar pengawasan dilakukan secara berlapis pada jalur distribusi vape.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Larang Penggunaan Vape, Presiden Prabowo Minta Anak Buahnya Buat Kajian
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Bagikan