Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak

Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @trendand.truth)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BANJIR bandang menerjang Nepal. Negara Himalaya tersebut mengerahkan helikopter untuk melakukan penyelamatan pada Rabu (26/8) setelah banjir bandang besar menerjang sejumlah desa. Bencana ini menewaskan delapan orang serta merusak jalan, jembatan, dan proyek pembangkit listrik di wilayah dekat Tibet.

Seperti dilansir The Korea Times, Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.

Sayangnya, air terlalu tinggi bagi helikopter untuk mendarat di wilayah terdampak di Syapru Besi dan Timure, Distrik Rasuwa, Nepal. Wilayah pegunungan tersebut berpenduduk sekitar 50.000 jiwa. Para pejabat memperingatkan adanya risiko korban lebih lanjut.

"Korban jiwa atau kerugian harta benda bisa sangat besar. Namun, saya belum bisa memastikannya sekarang,” kata administrator Distrik Rasuwa, Narendra Pariyar, dikutip Reuters.

Baca juga:

Bukan Cuma Pemain Timnas Indonesia, Kapten Vietnam Nguyen Quang Hai Juga Banjir Kritik, Thanh Chung Pasang Badan



Pariyar meminta warga yang tinggal di sepanjang tepi Sungai Bhote Koshi di wilayah tersebut untuk segera mencari tempat yang lebih tinggi. Hal itu diumumkan setelah adanya laporan bahwa desa-desa di sekitar lokasi serta sejumlah lokasi proyek infrastruktur tersapu banjir.

"Semua terjadi secara tiba-tiba. Kami mendengar suara keras, seperti gunung berapi meletus. Orang-orang mulai berteriak dan berlari menyelamatkan diri,” kata seorang saksi mata dari wilayah tersebut, dikutip portal Onlinekhabar.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal Raja Ram Basnet mengatakan helikopter penyelamat Nepal belum dapat mendarat di wilayah yang terdampak hingga ketinggian air surut. Belum diketahui pasti hal yang menyebabkan banjir bandang kali ini.

Namun, banjir bandang mematikan di sungai yang sama tahun lalu akhirnya diketahui disebabkan jebolnya sebuah danau glasial.(dwi)

Baca juga:

Hingga Malam Ini, Sudah 57 WNI Berhasil Dievakuasi Keluar dari Nepal

#Bencana Alam #Nepal #Banjir Bandang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Bagikan