Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak

Dwi AstariniDwi Astarini - 16 menit lalu
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak

Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @trendand.truth)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BANJIR bandang menerjang Nepal. Negara Himalaya tersebut mengerahkan helikopter untuk melakukan penyelamatan pada Rabu (26/8) setelah banjir bandang besar menerjang sejumlah desa. Bencana ini menewaskan delapan orang serta merusak jalan, jembatan, dan proyek pembangkit listrik di wilayah dekat Tibet.

Seperti dilansir The Korea Times, Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.

Sayangnya, air terlalu tinggi bagi helikopter untuk mendarat di wilayah terdampak di Syapru Besi dan Timure, Distrik Rasuwa, Nepal. Wilayah pegunungan tersebut berpenduduk sekitar 50.000 jiwa. Para pejabat memperingatkan adanya risiko korban lebih lanjut.

"Korban jiwa atau kerugian harta benda bisa sangat besar. Namun, saya belum bisa memastikannya sekarang,” kata administrator Distrik Rasuwa, Narendra Pariyar, dikutip Reuters.

Baca juga:

Bukan Cuma Pemain Timnas Indonesia, Kapten Vietnam Nguyen Quang Hai Juga Banjir Kritik, Thanh Chung Pasang Badan



Pariyar meminta warga yang tinggal di sepanjang tepi Sungai Bhote Koshi di wilayah tersebut untuk segera mencari tempat yang lebih tinggi. Hal itu diumumkan setelah adanya laporan bahwa desa-desa di sekitar lokasi serta sejumlah lokasi proyek infrastruktur tersapu banjir.

"Semua terjadi secara tiba-tiba. Kami mendengar suara keras, seperti gunung berapi meletus. Orang-orang mulai berteriak dan berlari menyelamatkan diri,” kata seorang saksi mata dari wilayah tersebut, dikutip portal Onlinekhabar.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal Raja Ram Basnet mengatakan helikopter penyelamat Nepal belum dapat mendarat di wilayah yang terdampak hingga ketinggian air surut. Belum diketahui pasti hal yang menyebabkan banjir bandang kali ini.

Namun, banjir bandang mematikan di sungai yang sama tahun lalu akhirnya diketahui disebabkan jebolnya sebuah danau glasial.(dwi)

Baca juga:

Hingga Malam Ini, Sudah 57 WNI Berhasil Dievakuasi Keluar dari Nepal

#Bencana Alam #Nepal #Banjir Bandang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - 16 menit lalu
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Prabowo mengatakan pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki gudang dan persediaan makanan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Indonesia
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Gempa susulan di Flores kini mulai menurun. Namun, BNPB tetap mengingatkan warga agar tetap waspada.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Indonesia
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan hingga Minggu (23/8) total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Indonesia
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Korban gempa NTT kini masih terus bertambah. Kini, ada 83 orang meninggal dunia dan 110.875 jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Indonesia
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
JHL Foundation menjadi yang pertama menyalurkan bantuan untuk warga Desa Bhera, Sikka, NTT.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
Indonesia
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Angka itu berasal dari kajian Damage and Loss Assessment (DALA) Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan Rp 5,8 miliar untuk korban gempa NTT. Distribusi bantuan segera dilakukan.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Indonesia
Polisi Pakai CN 295 dan Helikopter Bell 429 Sebar Bantuan Bagi Korban Gempa NTT
Selain pengiriman logistik menggunakan pesawat CN 295, Polri juga terus menjangkau wilayah terdampak melalui jalur udara menggunakan Helikopter Bell 429 registrasi P-3202.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Polisi Pakai CN 295 dan Helikopter Bell 429 Sebar Bantuan Bagi Korban Gempa NTT
Bagikan