MerahPutih.com - Longsor terjadi di dekat Pelabuhan Gyirong, salah satu pelabuhan darat utama yang menghubungkan kedua negara, di Daerah Otonomi Xizang, China barat daya, yang juga dikenal sebagai Tibet.
Sejumlah orang dilaporkan hilang dalam bencana tersebut. Longsor memutus akses jalan menuju pelabuhan dari sisi China serta jaringan komunikasi dan pasokan listrik, lapor Biro Manajemen Darurat Kabupaten Gyirong di Kota Xigaze.
Jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal bertambah menjadi 558 orang.
Menurut laporan China Central Television (CCTV), menyebutkan tiga orang meninggal dunia dan 558 orang hilang, termasuk 260 warga negara asing. Jumlah tersebut saat ini masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Sebelumnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 265 orang hilang.
Baca juga:
Gempa Susulan Picu Ancaman Longsor, Alat Berat Disiagakan Jaga Jalur Logistik NTT
Kantor berita Xinhua sebelumnya melaporkan bahwa longsor lumpur besar terjadi di wilayah Nepal pada Rabu (26/8) pagi, menyebabkan bencana di sekitar perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) di perbatasan China-Nepal, wilayah otonom Tibet, Shigatse.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) di antara ratusan wisatawan asing yang tewas atau hilang akibat banjir bandang dahsyat di perbatasan China-Nepal, Rabu.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi WNI di Nepal dan Tibet melalui koordinasi dengan jejaring WNI serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu setelah bencana tersebut.
Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,
ucap Heni dikutip Antara.