Merahputih.com - Peluncuran roket pembawa satelit Long March 7A milik China yang mengangkut satelit ChinaSat-4B berujung tragis.
Misi antariksa yang bertolak dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Hainan ini mengalami gangguan teknis fatal. Gangguan terjadi beberapa saat setelah Long March 7A lepas landas.
Baca juga:
Kekayaan Elon Musk Meledak Sejak IPO SpaceX, Tembus Rp 23.120 Triliun
Insiden ini terjadi di tengah ambisi besar sektor antariksa China, baik BUMN maupun perusahaan swasta yang sedang gencar menempel ketat dominasi SpaceX di industri peluncuran roket global.
Padahal, sejak debutnya pada 2020, roket Long March 7A mencatatkan rekor impresif dengan lebih dari belasan misi sukses.
Anomali Penerbangan di Hainan

Menukil laporan Devdicourse, roket mengangkasa pada pukul 20.02 waktu Beijing. Sayangnya, kegembiraan peluncuran tak bertahan lama ketika sistem mendeteksi adanya anomali penerbangan tak jauh dari lokasi lepas landas.
Analisis Pakar Antariksa: Pengamat kedirgantaraan mengonfirmasi bahwa roket hancur pada ketinggian dan kecepatan yang masih rendah. Akibatnya, satelit ChinaSat-4B maupun puing-puing roket sama sekali tidak sempat menyentuh orbit bumi.
Saat ini, investigasi menyeluruh sedang berjalan untuk mengungkap akar masalah yang memicu kegagalan teknis tersebut.
Respon Simpatik Elon Musk
Gagalnya peluncuran roket China ini memancing perhatian publik internasional, termasuk pendiri SpaceX, Elon Musk.
Lewat akun pribadinya di platform X, Musk memberikan komentar yang menyoroti betapa rumitnya industri eksplorasi antariksa.
-
Pernyataan Musk: "Rockets are insanely hard".
-
Dukungan: Musk menyampaikan harapannya agar tim antariksa China bisa segera bangkit dan mengevaluasi kegagalan tersebut dengan cepat.
Apakah Kegagalan Ini Mengganggu Ambisi Antariksa China?
Baca juga:
SpaceX Kirim Kru Baru ke ISS, Butch dan Suni Segera Pulang setelah 9 Bulan
Meskipun insiden ini menjadi pukulan telak bagi rekor peluncuran China, para ahli menilai dampaknya tidak akan merusak skenario besar program antariksa negara tersebut.
Pakar industri antariksa, Blaine Curcio, menyatakan bahwa kemunduran ini bersifat sementara. Misi-misi krusial lainnya seperti proyek eksplorasi bulan Chang'e-7 diperkirakan akan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan berarti.