Termasuk Indonesia, Ini 5 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Termasuk Indonesia, Ini 5 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia

Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik, Minggu (6/9/2026). ANTARA/Handout

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sejumlah negara di dunia memiliki tingkat risiko bencana yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Faktor geografis, kondisi tektonik, hingga paparan terhadap cuaca ekstrem menjadi beberapa penyebabnya.

Berdasarkan World Risk Index (WRI) 2026 yang dilansir World Population Review, Filipina menempati posisi pertama sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia dengan skor 46,56.

Baca juga:

Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun

India berada di peringkat kedua dengan skor 40,73, sementara Indonesia menempati posisi ketiga dengan skor 39,80.

Dalam World Risk Index, semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin besar pula tingkat risiko bencana yang dihadapi sebuah negara.

Berikut lima negara dengan skor risiko bencana tertinggi berdasarkan WRI 2026:

Foto: World Population Review

1. Filipina

Filipina menjadi negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia dengan skor WRI 46,56.

Salah satu penyebab utamanya adalah lokasi Filipina di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), wilayah yang dikenal memiliki aktivitas tektonik dan vulkanik tinggi.

Baca juga:

Letusan Krakatau 1883: Kronologi Erupsi Dahsyat yang Menewaskan 36.417 Orang

Pergerakan lempeng tektonik membuat Filipina rentan terhadap gempa bumi dan aktivitas gunung api. Negara ini juga menghadapi ancaman topan, banjir, hingga tsunami.

2. India

India berada di posisi kedua dengan skor WRI 40,73.

Sebanyak 27 dari 29 negara bagian India secara rutin menghadapi ancaman siklon, banjir, kekeringan, gempa bumi, hingga tanah longsor.

Kondisi geografis menjadi salah satu faktor penting. Kawasan Pegunungan Himalaya rentan terhadap gempa dan longsor, sedangkan wilayah dataran rendah lebih sering menghadapi banjir.

Aktivitas tektonik di laut juga membuat India memiliki risiko tsunami. Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim turut meningkatkan frekuensi dan dampak sejumlah bencana alam di negara tersebut.

3. Indonesia

Indonesia menempati peringkat ketiga dengan skor WRI 39,80.

Sama seperti Filipina, Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Namun, kerentanan Indonesia juga dipengaruhi posisinya yang berada di antara tiga lempeng tektonik utama.

Baca juga:

53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten

Kondisi tersebut membuat gempa bumi menjadi salah satu ancaman utama. Indonesia juga memiliki risiko tsunami yang tinggi karena gempa bawah laut dapat memicu gelombang tsunami.

Selain bencana geologi, berbagai wilayah Indonesia juga menghadapi ancaman banjir, longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.

4. Kolombia

Kolombia berada di posisi keempat dengan skor WRI 39,26.

Pegunungan Andes yang membentang di wilayah Kolombia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Akibatnya, gempa bumi menjadi salah satu ancaman yang cukup sering terjadi.

Di sisi lain, wilayah pesisir Karibia dapat terdampak badai. Pertumbuhan penduduk di perkotaan, kawasan pesisir yang padat, serta perubahan iklim juga meningkatkan risiko tanah longsor dan banjir.

5. Meksiko

Meksiko melengkapi lima besar negara dengan risiko bencana tertinggi berdasarkan WRI 2026, dengan skor 38,96.

Wilayah pesisir Pasifik Meksiko berada di kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga negara ini memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.

Meksiko juga menghadapi ancaman letusan gunung api dan tanah longsor. Bencana utama bahkan dapat memicu bencana susulan, seperti banjir.

#Bencana Alam #Erupsi #Gempa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Indonesia
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Prabowo menyiapkan KRI Gajah Mada dari hibah Angkatan Laut Italia sebagai kapal induk helikopter yang mampu menampung 10 helikopter untuk penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Peringatan Dini
Kesiapsiagaan dini dinilai akan mengurangi risiko negatif baik dari jumlah korban maupun kerusakan material. 

Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Erupsi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Peringatan Dini
Indonesia
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran mitigasi bencana ditambah secara signifikan dan menegaskan pemerintah harus siap sebelum bencana terjadi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Indonesia
Gunung Anak Krakatau 23 Kali Gempa Hybrid, Catat Rekor Tertinggi
Gunung Anak Krakatau mencatat 23 kali gempa hybrid dalam periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Gunung Anak Krakatau 23 Kali Gempa Hybrid, Catat Rekor Tertinggi
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Bagikan