Merahputih.com - Sejumlah negara di dunia memiliki tingkat risiko bencana yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Faktor geografis, kondisi tektonik, hingga paparan terhadap cuaca ekstrem menjadi beberapa penyebabnya.
Berdasarkan World Risk Index (WRI) 2026 yang dilansir World Population Review, Filipina menempati posisi pertama sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia dengan skor 46,56.
Baca juga:
Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun
India berada di peringkat kedua dengan skor 40,73, sementara Indonesia menempati posisi ketiga dengan skor 39,80.
Dalam World Risk Index, semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin besar pula tingkat risiko bencana yang dihadapi sebuah negara.
Berikut lima negara dengan skor risiko bencana tertinggi berdasarkan WRI 2026:
1. Filipina
Filipina menjadi negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia dengan skor WRI 46,56.
Salah satu penyebab utamanya adalah lokasi Filipina di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), wilayah yang dikenal memiliki aktivitas tektonik dan vulkanik tinggi.
Baca juga:
Letusan Krakatau 1883: Kronologi Erupsi Dahsyat yang Menewaskan 36.417 Orang
Pergerakan lempeng tektonik membuat Filipina rentan terhadap gempa bumi dan aktivitas gunung api. Negara ini juga menghadapi ancaman topan, banjir, hingga tsunami.
2. India
India berada di posisi kedua dengan skor WRI 40,73.
Sebanyak 27 dari 29 negara bagian India secara rutin menghadapi ancaman siklon, banjir, kekeringan, gempa bumi, hingga tanah longsor.
Kondisi geografis menjadi salah satu faktor penting. Kawasan Pegunungan Himalaya rentan terhadap gempa dan longsor, sedangkan wilayah dataran rendah lebih sering menghadapi banjir.
Aktivitas tektonik di laut juga membuat India memiliki risiko tsunami. Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim turut meningkatkan frekuensi dan dampak sejumlah bencana alam di negara tersebut.
3. Indonesia
Indonesia menempati peringkat ketiga dengan skor WRI 39,80.
Sama seperti Filipina, Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Namun, kerentanan Indonesia juga dipengaruhi posisinya yang berada di antara tiga lempeng tektonik utama.
Baca juga:
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Kondisi tersebut membuat gempa bumi menjadi salah satu ancaman utama. Indonesia juga memiliki risiko tsunami yang tinggi karena gempa bawah laut dapat memicu gelombang tsunami.
Selain bencana geologi, berbagai wilayah Indonesia juga menghadapi ancaman banjir, longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.
4. Kolombia
Kolombia berada di posisi keempat dengan skor WRI 39,26.
Pegunungan Andes yang membentang di wilayah Kolombia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Akibatnya, gempa bumi menjadi salah satu ancaman yang cukup sering terjadi.
Di sisi lain, wilayah pesisir Karibia dapat terdampak badai. Pertumbuhan penduduk di perkotaan, kawasan pesisir yang padat, serta perubahan iklim juga meningkatkan risiko tanah longsor dan banjir.
5. Meksiko
Meksiko melengkapi lima besar negara dengan risiko bencana tertinggi berdasarkan WRI 2026, dengan skor 38,96.
Wilayah pesisir Pasifik Meksiko berada di kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga negara ini memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.
Meksiko juga menghadapi ancaman letusan gunung api dan tanah longsor. Bencana utama bahkan dapat memicu bencana susulan, seperti banjir.