Merahputih.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan perkembangan terbaru aktivitas gunung api tersebut pada Senin (7/9).
Berdasarkan pemantauan Badan Geologi Kementerian ESDM, Gunung Anak Krakatau mencatat 23 kali gempa hybrid dalam periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Baca juga:
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Jumlah tersebut menjadi salah satu catatan aktivitas gempa hybrid tertinggi yang terpantau pada Gunung Anak Krakatau. Gempa hybrid merupakan sinyal yang dapat berkaitan dengan proses rekahan batuan sekaligus pergerakan fluida di dalam tubuh gunung api.
Aktivitas tersebut menjadi perhatian karena Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Aktivitas Fluida Gunung Anak Krakatau Meningkat
Selain gempa hybrid, pemantauan juga mencatat 17 kali gempa low frequency. Jenis gempa ini umumnya berkaitan dengan dinamika atau pergerakan fluida dalam sistem gunung api.
Gunung Anak Krakatau juga mengalami sembilan kali tremor harmonik. Getaran yang berlangsung secara berirama tersebut dapat mengindikasikan adanya pergerakan fluida di dalam sistem vulkanik.
Baca juga:
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Dinamika Kegempaan Masih Tinggi
Badan Geologi turut mencatat adanya tremor menerus, yakni getaran yang terekam secara berkelanjutan. Aktivitas ini menjadi salah satu indikator bahwa dinamika di dalam sistem Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
Kemunculan gempa hybrid, gempa frekuensi rendah, tremor harmonik, dan tremor menerus menjadi bagian dari parameter yang terus dipantau untuk melihat perkembangan aktivitas vulkanik.
Masyarakat Diminta Waspada
Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keselamatan selama Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III.
Masyarakat maupun wisatawan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Baca juga:
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik disarankan menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Kementerian ESDM juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan. Kendaraan dan peralatan yang terkena abu vulkanik juga perlu segera dibersihkan untuk mengurangi dampak paparan abu.
Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan. Masyarakat diminta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi serta instansi terkait. (Tka)