MerahPutih.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menebar ancaman serius. Arah sebaran abu vulkanik kini terdeteksi menuju Jakarta dan Jawa Barat, bahkan bisa mencapai Indramayu dan perbatasan Cirebon.
BMKG mengungkapkan arah sebaran abu terbagi dalam dua klaster ketinggian. Kondisi ini memicu dua dampak berbeda, yakni buruknya kualitas udara di level permukaan dan keselamatan penerbangan di jalur udara.
Baca juga:
Bahaya Lontaran Batu Pijar dan Hujan Abu Anak Krakatau Masih Mengintai
Abu Rendah Mengarah ke Jakarta dan Jabar
Dikuti dari laman BMKG, Senin (7/9), klater pertama arah abu vulkanik pada lapisan rendah (15.000 ft/4,57 km) bergerak ke arah tenggara hingga barat laut.
Sebaran ini mencakup Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, hingga perairan sekitarnya. Dalam peta batas sebaran BMKG menunjukkan abu bisa mencapai kawasan Indramayu dan perbatasan Cirebon
Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak,
Laporan BMKG
Peta Sebaran Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: BMKG
Abu Tinggi Ganggu Jalur Penerbangan
Untuk klaster kedua lapisan tinggi (50.000 ft/15,24 km), abu bergerak ke arah barat daya hingga barat, mencakup Samudra Hindia, Lampung, dan Banten. Pada ketinggian ini, dampak utama adalah pada penerbangan karena abu berada di jalur lintasan pesawat.
Baca juga:
Garuda Indonesia ke Jakarta Dialihkan ke Kertajati, Penumpang Lanjut Naik Whoosh
Hingga kini, tercatat tujuh bandara ditutup sementara hingga pukul 18.30 WIB demi keselamatan penerbangan:
- Soekarno-Hatta (Tangerang)
- Halim Perdanakusuma (Jakarta)
- Radin Inten II (Lampung)
- Budiarto (Curug)
- Husein Sastranegara (Bandung)
- Muhammad Taufiq Kiemas
- Pondok Cabe
(*)