MerahPutih.com - Pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam merespons dampak erupsi Anak Gunung Krakatau, yang menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Selain memastikan keselamatan penerbangan, pemerintah menyiapkan sejumlah alternatif transportasi untuk menjaga mobilitas masyarakat yang terdampak penutupan bandara.
Baca juga:
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, PVMBG Ingatkan Potensi Erupsi Susulan
Pemerintah Siapkan Bandara Alternatif imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) menyampaikan, koordinasi dilakukan secara intensif bersama Menteri Perhubungan, Kepala BMKG, serta berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan kondisi abu vulkanik dan dampaknya terhadap sektor transportasi.
Kita mengetahui erupsi anak gunung Krakatau telah mengakibatkan debu atau abu vulkanik yang menyebar sampai dengan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
kata AHY Senin (7/8)
Sebaran abu vulkanik tersebut berdampak terhadap operasional penerbangan karena berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Lalu, penutupan sejumlah bandara dilakukan berdasarkan informasi keselamatan penerbangan melalui NOTAM (Notice to Airmen/Notice to Air Mission), yang diterbitkan AirNav Indonesia dan hasil paper test BMKG mengenai pergerakan sebaran abu vulkanik.
AHY menegaskan, keselamatan menjadi prinsip utama dalam pengambilan keputusan terkait operasional penerbangan.
Baca juga:
268 Ribu Penumpang Pesawat Gagal Terbang Akibat Erupsi Anak Krakatau
Maskapai dan pengelola bandara diminta memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan secara ketat.
“Kita mengetahui bahwa vulkanik ini tentunya mengandung bahaya bagi penerbangan. Maskapai tentunya harus benar-benar menaati SOP, protap yang menjunjung tinggi faktor keselamatan, safety first, itu adalah prinsip yang tidak boleh ditawar. Begitu pula pengelola bandara,” tambahnya.
Sejumlah Bandara Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Sejumlah bandara utama yang terdampak penutupan adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim, Bandara Raden Inten di Lampung, serta sejumlah bandara di Jawa Barat, termasuk Bandara Husein Sastranegara, Curug, dan Pondok Cabe.
Sedangkan untuk menjaga konektivitas, Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah bandara alternatif bagi penerbangan yang seharusnya mendarat di Jakarta.
Pengalihan penerbangan (diversion) antara lain diarahkan ke Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Yogyakarta, dan Bandara Juanda di Surabaya.
Sementara di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penumpang yang terdampak pembatalan maupun pengalihan penerbangan.
Baca juga:
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Berdasarkan data yang disampaikan AHY, sekitar 150 ribu penumpang masih terdampak dan menunggu perkembangan kondisi operasional bandara.
Pemerintah mendorong maskapai untuk memberikan informasi yang akurat, terbuka, dan mudah dipahami kepada penumpang, termasuk terkait opsi penerbangan maupun proses refund bagi penumpang yang tidak dapat melakukan perjalanan akibat kondisi tersebut.
Pemantauan kondisi abu vulkanik dilakukan secara berkala oleh BMKG setiap empat jam. Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah kondisi telah memungkinkan bagi bandara yang ditutup sementara untuk kembali beroperasi.
“Jadi prinsipnya adalah penumpang juga harus terus diberikan penjelasan informasi yang akurat, maskapai tidak boleh tidak terbuka dan kemudian walaupun ini force major, kita ingin mendorong agar maskapai juga bisa memberikan pelayanan yang baik. jelas AHY
Selain penerbangan, pemerintah juga terus memantau kondisi moda transportasi lainnya. Transportasi penyeberangan laut masih dapat beroperasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan penumpang.
Sementara itu, moda transportasi darat, termasuk kereta api, dipersiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat yang terdampak pengalihan penerbangan. (Pon)