Langkah Untuk Menghindari Paparan Abu Vulkanik, Sesak Napas dan Gatal Gatal Segera ke Puskesmas

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Langkah Untuk Menghindari Paparan Abu Vulkanik, Sesak Napas dan Gatal Gatal Segera ke Puskesmas

Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya mengerahkan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC) untuk menyemprot sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Bekasi guna mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com- Kementerian Perhubungan melansir hasil pemantauan menunjukkan arah angin berubah dari semula mengarah ke barat menjadi bergerak ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.

Perubahan arah angin tersebut meningkatkan kewaspadaan pemerintah karena dikhawatirkan sebaran abu vulkanik erupsi gunung anak kerakatau semakin meluas

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan atensi untuk masyarakat yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu.

Abu vulkanik dapat berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap melakukan langkah pencegahan selama abu masih tersebar di wilayah terdampak.

Baca juga:

Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai 7 September Imbas Sebaran Abu Vulkanis Anak Krakatau

Pencegahannya bagaimana? Kalau tidak ada kegiatan yang mengharuskan untuk keluar, usahakan itu tetap di dalam rumah,

ujar Budi dalam keterangan tertulis, dikutip Ahad (6/9).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan membatasi aktivitas di luar ruangan menjadi langkah untuk mengurangi kontak langsung dengan partikel abu vulkanik dan untuk menggunakan masker. Karena dapat menjaga gangguan sistem pernapasan, bisa mengurangi konsekuensi dampaknya.

Kemudian dia mengingatkan untuk waspada ganguan sesak pernapasan. untuk segera mendatangi puskesmas terdekat. Di mana,Kemenkes telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk menangani gangguan pernapasan di wilayah terdampak.

Sadar Gejala, Berikan Tindakan Tepat

Selain saluran pernapasan, paparan abu vulkanik juga menjadi berisiko menempel di permukaan mata dan menyebabkan iritasi. Jika terpaksa keluar, gunakan kacamata untuk mengurangi kemungkinan abu bersentuhan langsung dengan mata. Jikapun kena mata, sebaiknya dibilas langsung dengan air.

Jadi kalau sudah kena (abu), treatment-nya seperti apa? Jangan dikucek-kucek, bersihkan pakai air, dan kalau perlu, pakai obat tetes mata. Bisa segera ke Puskesmas, karena semua Puskesmas sudah kita sediakan obat tetes mata,

tutur dia.

Kulit Juga Perlu Dibersihkan

Abu vulkanik yang menempel langsung pada kulit juga dapat menyebabkan iritasi dan rasa gatal. Masyarakat yang mengalami kondisi tersebut diminta membersihkan kulit menggunakan air secara hati-hati.m

Hal ini penting karena partikel abu vulkanik dapat memiliki permukaan yang tajam sehingga berpotensi memperparah iritasi apabila kulit digosok secara kasar.

Kalau nanti ternyata sudah ada dampaknya, seperti gatal-gatal, kalau kulitnya merasa tidak enak, itu bisa ke Puskesmas. Kita akan deploy salep kulit ke Puskesmas,

kata dia.

Kemenkes Aktifkan Pusat Respons Kesehatan

Selain mengimbau masyarakat, Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center di wilayah yang terdampak persebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan menerbitkan surat edaran berisi panduan penanganan kesehatan bagi tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang terdampak. Masyarakat agar tidak panik dan tetap menjaga kesehatan selama kondisi belum sepenuhnya pulih. (Tka)

#Abu Vulkanik #Gunung Anak Krakatau #Gunung Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Gunung Anak Krakatau erupsi 31 kali pada 5-9 Oktober 2026, dengan 26 letusan dalam sehari. Status masih Siaga, radius 5 km wajib dihindari.
Frengky Aruan - Senin, 12 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Indonesia
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Operasi SAR hari kedelapan pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 di perairan Gunung Anak Krakatau masih nihil. Simak laporan lengkap Basarnas di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Bagikan