Merahputih.com- Kementerian Perhubungan melansir hasil pemantauan menunjukkan arah angin berubah dari semula mengarah ke barat menjadi bergerak ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.
Perubahan arah angin tersebut meningkatkan kewaspadaan pemerintah karena dikhawatirkan sebaran abu vulkanik erupsi gunung anak kerakatau semakin meluas
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan atensi untuk masyarakat yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu.
Abu vulkanik dapat berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap melakukan langkah pencegahan selama abu masih tersebar di wilayah terdampak.
Baca juga:
Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai 7 September Imbas Sebaran Abu Vulkanis Anak Krakatau
Pencegahannya bagaimana? Kalau tidak ada kegiatan yang mengharuskan untuk keluar, usahakan itu tetap di dalam rumah,
ujar Budi dalam keterangan tertulis, dikutip Ahad (6/9).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan membatasi aktivitas di luar ruangan menjadi langkah untuk mengurangi kontak langsung dengan partikel abu vulkanik dan untuk menggunakan masker. Karena dapat menjaga gangguan sistem pernapasan, bisa mengurangi konsekuensi dampaknya.
Kemudian dia mengingatkan untuk waspada ganguan sesak pernapasan. untuk segera mendatangi puskesmas terdekat. Di mana,Kemenkes telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk menangani gangguan pernapasan di wilayah terdampak.
Sadar Gejala, Berikan Tindakan Tepat
Selain saluran pernapasan, paparan abu vulkanik juga menjadi berisiko menempel di permukaan mata dan menyebabkan iritasi. Jika terpaksa keluar, gunakan kacamata untuk mengurangi kemungkinan abu bersentuhan langsung dengan mata. Jikapun kena mata, sebaiknya dibilas langsung dengan air.
Jadi kalau sudah kena (abu), treatment-nya seperti apa? Jangan dikucek-kucek, bersihkan pakai air, dan kalau perlu, pakai obat tetes mata. Bisa segera ke Puskesmas, karena semua Puskesmas sudah kita sediakan obat tetes mata,
tutur dia.
Kulit Juga Perlu Dibersihkan
Abu vulkanik yang menempel langsung pada kulit juga dapat menyebabkan iritasi dan rasa gatal. Masyarakat yang mengalami kondisi tersebut diminta membersihkan kulit menggunakan air secara hati-hati.m
Hal ini penting karena partikel abu vulkanik dapat memiliki permukaan yang tajam sehingga berpotensi memperparah iritasi apabila kulit digosok secara kasar.
Kalau nanti ternyata sudah ada dampaknya, seperti gatal-gatal, kalau kulitnya merasa tidak enak, itu bisa ke Puskesmas. Kita akan deploy salep kulit ke Puskesmas,
kata dia.
Kemenkes Aktifkan Pusat Respons Kesehatan
Selain mengimbau masyarakat, Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center di wilayah yang terdampak persebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan menerbitkan surat edaran berisi panduan penanganan kesehatan bagi tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang terdampak. Masyarakat agar tidak panik dan tetap menjaga kesehatan selama kondisi belum sepenuhnya pulih. (Tka)