MerahPutih.com- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melansir dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih aktif.
Potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bagikan rekomendasi masker tipe N95 digunakan selama bencana paparan abu vulkanik gunung api Anak Krakatau berlangsung. Masker N95 diklaim dapat menyaring partikel kecil termasuk abu vulkanik.
Masker N95 dikenal memang memiliki bahan yang sangat tebal dibanding masker sejenisnya. Ketebalannya itu yang diklaim mampu memfilter udara bersih sampai ke dalam saluran pernafasan.
Baca juga:
Disebutkan kalau masker N95 dibuat dari bahan biji plastik polipropilen. Lapisan kainnya terdiri dari gabungan lapisan luar yang tahan cairan, lapisan filter tengah, dan lapisan dalam yang lembut ditumpuk menjadi satu.
Beberapa sumber mengklaim, lapisan masker N95 ini diberikan muatan elektrostatis. Dengan kain melt blown perlakuan khusus, memunculkan muatan elektrostatik. Muatan ini berfungsi untuk menangkap partikel kecil dengan sangat efektif tanpa menghalangi aliran udara.
Tak cuma itu, bagian pinggir masker dibuat mengikuti pola wajah manusia. Sehingga mencegah adanya kebocoran udara dari sela pinggir masker saat digunakan. Dan bagian hidungnya terdapat sebuah kawat yang tertaut di masker. Berfungsi sebagai penguat pengait sekaligus merapatkan bentuk masker ke wajah menjadi sangat fit.
Dalam siaran instagramnya @bgsadikin, dia membagikan petunjuk untuk masyarakat menghadapi bencana abu vulkanik. Dia mengatakam situasi saat ini pentingnya menggunakan master untuk menjaga kesehatan pernafasan.
Utamakan memakai masker dengan tipe KN95, kalau tidak ada masker KN95, cari apapun masker yang ada. Setidaknya tutup hidung dan mulut anda kalau kita terpaksa hatus keluar dari rumah,
katanya.