Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik

Ilustrasi - Warga melintas memakai masker untuk melindungi diri dari debu di JPO, Jalan Sudirman,Jakarta, Selasa (8/8/2023). ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melansir dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih aktif.

Potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bagikan rekomendasi masker tipe N95 digunakan selama bencana paparan abu vulkanik gunung api Anak Krakatau berlangsung. Masker N95 diklaim dapat menyaring partikel kecil termasuk abu vulkanik.

Masker N95 dikenal memang memiliki bahan yang sangat tebal dibanding masker sejenisnya. Ketebalannya itu yang diklaim mampu memfilter udara bersih sampai ke dalam saluran pernafasan.

Baca juga:

Pantau Anak Gunung Krakatau, KN SAR 224 Basudewa Disiagakan

Disebutkan kalau masker N95 dibuat dari bahan biji plastik polipropilen. Lapisan kainnya terdiri dari gabungan lapisan luar yang tahan cairan, lapisan filter tengah, dan lapisan dalam yang lembut ditumpuk menjadi satu.

Beberapa sumber mengklaim, lapisan masker N95 ini diberikan muatan elektrostatis. Dengan kain melt blown perlakuan khusus, memunculkan muatan elektrostatik. Muatan ini berfungsi untuk menangkap partikel kecil dengan sangat efektif tanpa menghalangi aliran udara.

Tak cuma itu, bagian pinggir masker dibuat mengikuti pola wajah manusia. Sehingga mencegah adanya kebocoran udara dari sela pinggir masker saat digunakan. Dan bagian hidungnya terdapat sebuah kawat yang tertaut di masker. Berfungsi sebagai penguat pengait sekaligus merapatkan bentuk masker ke wajah menjadi sangat fit.

Dalam siaran instagramnya @bgsadikin, dia membagikan petunjuk untuk masyarakat menghadapi bencana abu vulkanik. Dia mengatakam situasi saat ini pentingnya menggunakan master untuk menjaga kesehatan pernafasan.

Utamakan memakai masker dengan tipe KN95, kalau tidak ada masker KN95, cari apapun masker yang ada. Setidaknya tutup hidung dan mulut anda kalau kita terpaksa hatus keluar dari rumah,

katanya.
#Anak Gunung Krakatau Banten #Gunung Krakatau #Kemenkes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Viral Video dan Foto Menkes Dinarasikan Sesak Nafas Akibat Kahutla, Ini Kata Kemenkes
Menkes pada saat itu hanya ingin memberikan informasi dan edukasi dengan menunjukkan fasilitas rumah oksigen dan memastikan layanan oksigen bisa diberikan ke masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Viral Video dan Foto Menkes Dinarasikan Sesak Nafas Akibat Kahutla, Ini Kata Kemenkes
Indonesia
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Kemenkes mengungkapkan ada 7 provinsi serta 63 kabupaten dan kota terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Banyak dari orang-orang itu tidak menyadari bahwa dirinya punya gangguan penglihatan, dan menunda tindak lanjut hingga terlambat atau buta permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Indonesia
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Lifestyle
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Jenazah langsung dibawa ke kediaman almarhum di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Bagikan