Update Penyeberangan Selat Sunda Terbaru, BMKG Pastikan Rute Aman dari Potensi Tsunami

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Update Penyeberangan Selat Sunda Terbaru, BMKG Pastikan Rute Aman dari Potensi Tsunami

Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik, Minggu (6/9/2026). ANTARA/Handout

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membawa kabar baik buat kamu yang sedang mencari info penyeberangan Selat Sunda terbaru hari ini.

Rute pelayaran antar pulau ini dipastikan berada dalam kondisi aman terkendali tanpa adanya ancaman potensi tsunami Selat Sunda yang membahayakan. Jadi, aktivitas mobilitas kapal feri maupun logistik bisa beroperasi secara normal tanpa perlu panik berlebihan.

Baca juga:

Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun

Kelegaan soal keamanan rute pelayaran dan cuaca Selat Sunda BMKG ini tentu bukan klaim sembarangan, melainkan didukung data real-time yang valid.

Sejak rentetan status Gunung Anak Krakatau jadi sorotan, tim BMKG langsung menyalakan mode pemantauan tsunami tingkat tinggi menggunakan sepasang HF Radar Array yang mejeng di Carita dan Tanjung Lesung.

Hasilnya, per tanggal 7 September 2026 pukul 08.00 WIB, menunjukkan kalau probabilitas terjadinya tsunami masuk dalam kategori sangat rendah, yakni di bawah angka 50 persen.

Prakiraan Cuaca dan Tinggi Gelombang: Relatif Bersahabat

Gunung

Dari segi pergerakan air, arus permukaan laut saat ini terpantau dominan mengarah ke barat daya (menuju Samudra Hindia) dengan kecepatan santai di kisaran 0,4–0,9 knot.

Sementara itu, untuk prakiraan sepekan ke depan (8–13 September 2026), kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau hingga Selat Sunda diprediksi bakal cerah hingga cerah berawan, dengan tinggi gelombang normal antara 0,5 sampai 2,0 meter.

“Informasi mengenai kondisi arus dan gelombang tersebut terus diperbarui dan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi otoritas terkait dalam pengambilan keputusan operasional transportasi dan penyeberangan di Selat Sunda. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendeteksi setiap perubahan kondisi laut secara cepat,”

tulis BMKG dalam keterangannya.

Pemantauan Geofisika: Nihil Anomali Berbahaya

Sebagai double check keamanan, Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memastikan bahwa ke-20 alat pengukur muka air laut (tsunami gauge) yang tersebar di sekitar perairan Selat Sunda tidak mendeteksi adanya anomali atau tanda-tanda tsunami.

Memang, sensor magnet bumi dan detektor petir sempat merekam adanya peningkatan gangguan geomagnetik serta petir vulkanik pada dini hari tadi atau pukul 00.00–04.00 WIB. Namun, kamu tidak perlu panik.

Namun, intensitas gangguan geofisika ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan erupsi pertama pada 4 September lalu,

jelas Ardhasena.

Hati-hati Abu Vulkanik, Jangan Lupa Maskeran!

Meski urusan laut sudah dipastikan aman, peringatan keras justru datang untuk masyarakat yang beraktivitas di darat, terutama yang wilayahnya masuk dalam zona paparan abu vulkanik.

BMKG juga mewanti-wanti warga agar tidak lengah menjaga kesehatan paru-paru dan mata. Warga di area terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker serta kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar.

Baca juga:

Hindari Abu Anak Krakatau, Persija Rela Pulang Naik Bus dari Yogyakarta Demi Lawan Persib

BMKG terus memperbarui data cuaca, penerbangan, dan geofisika secara berkala, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dengan mengacu pada informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah.

Jadi, buat kamu yang mau menyeberang hari ini, pastikan tiket sudah di tangan dan jangan lupa bawa masker cadangan, ya.

#Tsunami Selat Sunda #Perairan Selat Sunda #Megathrust Selat Sunda #Krakatau #Anak Krakatau #Gunung Krakatau #Gunung Anak Krakatau #Erupsi Anak Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Gunung Anak Krakatau erupsi 31 kali pada 5-9 Oktober 2026, dengan 26 letusan dalam sehari. Status masih Siaga, radius 5 km wajib dihindari.
Frengky Aruan - Senin, 12 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin (5/10) pukul 20.13 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Keluarga melakukan tabur bunga diatas kapal KN SAR 247 Tetuka di Perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Makam Jasad di Pulau Enggano Dibongkar, DNA Keluarga Kapal Jurnalis Hilang Dikirim. Hasil Keluar 2 Pekan!
Polda Banten kirim DNA keluarga korban KM Arupadatu I untuk dicocokkan dengan jenazah misterius di Pulau Enggano. Hasil identifikasi diperkirakan keluar dalam dua pekan.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Makam Jasad di Pulau Enggano Dibongkar, DNA Keluarga Kapal Jurnalis Hilang Dikirim. Hasil Keluar 2 Pekan!
Bagikan