MerahPutih.com - Perjuangan tim Persija Jakarta untuk kembali ke ibu kota pasca laga tandang di Samarinda berubah menjadi kisah dramatis akhir pekan lalu.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutup Bandara Soekarno-Hatta memaksa skuad Macan Kemayoran menempuh jalur panjang.
Baca juga:
Duel Panas Persija Vs Persib, Shin Tae-yong dan Igor Tolic Beri Komentar di Panggung yang Sama
Jajaran pemain dan official Persija terpaksa mengalihkan penerbangan ke Bandara Internasional DIY Yogyakarta, terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan darat dengan bus menuju Jakarta, yang memakan waktu berjam-jam.
Kami naik bus Yogyakarta-Jakarta,
Media Officer Persija Kukuh Wahyudi, saat dkonfirmasi awak media, dikutip Senin (7/9)
Buru-Buru Balik Ke Jakarta Demi Persiapan Lawan Persib
Awalnya, Persija dijadwalkan terbang langsung dari Samarinda ke Soekarno-Hatta. Namun, penutupan bandara akibat abu vulkanik membuat mereka harus transit di Balikpapan, lalu terbang ke Yogyakarta, sebelum akhirnya menempuh jalur darat ke Jakarta.
Kukuh mengungkapkan timnya memang ingin buru-buru kembali ke Jakarta setelah meraih kemenangan 1-0 atas Borneo FC dalam laga akhir pekan kemarin.
Alasanya, Persija mesti mengejar waktu lantaran persiapan menghadapi pertandingan penting melawan rivalnya, Persib, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, akhir pekan nanti, Sabtu 12 September mendatang.
Baca juga:
Klasemen Liga Super, Persib Naik ke Papan Atas Setelah Menang Laga Sengit Lawan PSM
Dampak Abu Krakatau ke Dunia Penerbangan
Untuk diketahui, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat 764 penerbangan di Soekarno-Hatta terdampak erupsi Anak Krakatau. Dampaknya berupa pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan.
Selain Soekarno-Hatta, bandara lain yang ditutup sementara adalah Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Pondok Cabe, Budiarto, Radin Inten II, Pagar Alam, dan Taufik Kiemas. (*)