Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik

Gunung anak Krakatau dari cctv PVMBG. (ANTARA/HO-PVMBG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sedang bingung mencari cara melindungi kulit dari abu vulkanik saat terjadi erupsi gunung berapi agar terhindar dari gatal dan iritasi parah? Dokter Spesialis Kulit sangat merekomendasikan penggunaan pakaian tertutup, seperti baju lengan panjang dan celana panjang, sebagai benteng pertama untuk meminimalkan area tubuh yang terpapar langsung.

Selain urusan outfit, kamu juga wajib memperhatikan aturan main pemakaian skincare agar kulit tetap aman tanpa memicu masalah baru di tengah cuaca ekstrem ini.

Baca juga:

Arah Abu Anak Krakatau ke Jakarta dan Jawa Barat, Bisa Sampai Indramayu

Banyak orang yang masih meremehkan bahaya abu vulkanik bagi kulit, padahal partikel abu ini sangat tajam dan bisa merusak lapisan kulit luar jika salah penanganan.

Buat kamu yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE punya panduan khusus sekaligus rekomendasi dokter kulit seputar perlindungan diri dan skincare saat hujan abu yang gampang banget dipraktikkan.

Lulusan Universitas Harvard yang juga tergabung dalam Perdoski ini mengingatkan bahwa meminimalkan kontak fisik dengan abu adalah kunci utamanya.

Pakaian Wajib Saat Turun Hujan Abu

Kemnaker

Memilih pakaian tepat saat abu beterbangan bukan cuma soal gaya, tapi soal perlindungan. Menariknya, saran dari Dr. Arini ini sangat sejalan dengan anjuran resmi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Gunakan pakaian yang dapat meminimalkan permukaan kulit yang terbuka, seperti baju lengan panjang, celana panjang, sepatu tertutup,

kata Arini menukil Antara.

Kalau memang harus banget keluar rumah di saat abu masih lumayan pekat, lengkapi juga proteksi diri kamu dengan memakai topi atau sarung tangan.

Jangan lupa lindungi area wajah yang krusial menggunakan kacamata pelindung dan masker dengan daya saring (filtrasi) yang bagus.

Tapi idealnya, sebisa mungkin kurangi saja aktivitas di luar ruangan kalau hujan abu lagi lebat-lebatnya.

Aturan Pakai Sunscreen: Pantang Asal Gosok!

Cuaca mendung karena tertutup awan abu bukan berarti kamu bebas skip pemakaian tabir surya. Faktanya, radiasi ultraviolet (UV) sama sekali belum hilang dan masih bisa menembus masuk!

Dr. Arini menganjurkan untuk memakai sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30. Pilihlah tekstur yang paling nyaman dan nggak lengket di kulitmu.

Aplikasikan pada kulit yang sudah dalam keadaan bersih dan kering sebelum kamu keluar rumah, lalu tunggu sebentar sampai produknya benar-benar meresap dan membentuk lapisan pelindung.

"Yang penting, jangan mengoleskan ulang sunscreen dengan cara menggosoknya di atas kulit yang sudah dipenuhi abu, karena abu dapat ikut bergesekan dengan kulit. Bila kulit sudah banyak terkena abu, sebaiknya bilas atau bersihkan secara lembut terlebih dahulu, keringkan, baru aplikasikan kembali sunscreen," ucap Arini.

Di saat hujan abu lagi tebal, memakai baju tertutup dan diam di rumah justru jauh lebih efektif daripada kamu sibuk menumpuk lapisan sunscreen berkali-kali.

Ekstra Waspada Saat Berada di Rumah

Kalau abu sedang tebal di luar, langkah paling bijak adalah tetap berada di dalam ruangan. Pastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat.

Perhatian dan perlindungan ekstra wajib diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta mereka yang punya riwayat eksim atau kulit super sensitif.

Baca juga:

Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun

Kalau sehabis terpapar abu kamu malah mengalami kemerahan parah, bengkak, rasa terbakar, melepuh, atau gejalanya nggak kunjung membaik setelah dibersihkan, jangan ditunda lagi segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Dan tentunya kesehatan kulit hanya salah satu aspek. Abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat sebaiknya tetap mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah," tambah Arini.

#Erupsi #Erupsi Anak Krakatau #Krakatau #Anak Krakatau #Gunung Krakatau #Krakatau Erupsi #Gunung Anak Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Berita Foto
Hari ke-10 Pencarian, Area SAR Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 Mil Laut Persegi
Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 17 September 2026
Hari ke-10 Pencarian, Area SAR Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 Mil Laut Persegi
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Indonesia
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Operasi SAR hari kedelapan pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 di perairan Gunung Anak Krakatau masih nihil. Simak laporan lengkap Basarnas di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Bagikan