Merahputih.com - Sedang bingung mencari cara melindungi kulit dari abu vulkanik saat terjadi erupsi gunung berapi agar terhindar dari gatal dan iritasi parah? Dokter Spesialis Kulit sangat merekomendasikan penggunaan pakaian tertutup, seperti baju lengan panjang dan celana panjang, sebagai benteng pertama untuk meminimalkan area tubuh yang terpapar langsung.
Selain urusan outfit, kamu juga wajib memperhatikan aturan main pemakaian skincare agar kulit tetap aman tanpa memicu masalah baru di tengah cuaca ekstrem ini.
Baca juga:
Arah Abu Anak Krakatau ke Jakarta dan Jawa Barat, Bisa Sampai Indramayu
Banyak orang yang masih meremehkan bahaya abu vulkanik bagi kulit, padahal partikel abu ini sangat tajam dan bisa merusak lapisan kulit luar jika salah penanganan.
Buat kamu yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE punya panduan khusus sekaligus rekomendasi dokter kulit seputar perlindungan diri dan skincare saat hujan abu yang gampang banget dipraktikkan.
Lulusan Universitas Harvard yang juga tergabung dalam Perdoski ini mengingatkan bahwa meminimalkan kontak fisik dengan abu adalah kunci utamanya.
Pakaian Wajib Saat Turun Hujan Abu

Memilih pakaian tepat saat abu beterbangan bukan cuma soal gaya, tapi soal perlindungan. Menariknya, saran dari Dr. Arini ini sangat sejalan dengan anjuran resmi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Gunakan pakaian yang dapat meminimalkan permukaan kulit yang terbuka, seperti baju lengan panjang, celana panjang, sepatu tertutup,
kata Arini menukil Antara.
Kalau memang harus banget keluar rumah di saat abu masih lumayan pekat, lengkapi juga proteksi diri kamu dengan memakai topi atau sarung tangan.
Jangan lupa lindungi area wajah yang krusial menggunakan kacamata pelindung dan masker dengan daya saring (filtrasi) yang bagus.
Tapi idealnya, sebisa mungkin kurangi saja aktivitas di luar ruangan kalau hujan abu lagi lebat-lebatnya.
Aturan Pakai Sunscreen: Pantang Asal Gosok!
Cuaca mendung karena tertutup awan abu bukan berarti kamu bebas skip pemakaian tabir surya. Faktanya, radiasi ultraviolet (UV) sama sekali belum hilang dan masih bisa menembus masuk!
Dr. Arini menganjurkan untuk memakai sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30. Pilihlah tekstur yang paling nyaman dan nggak lengket di kulitmu.
Aplikasikan pada kulit yang sudah dalam keadaan bersih dan kering sebelum kamu keluar rumah, lalu tunggu sebentar sampai produknya benar-benar meresap dan membentuk lapisan pelindung.
"Yang penting, jangan mengoleskan ulang sunscreen dengan cara menggosoknya di atas kulit yang sudah dipenuhi abu, karena abu dapat ikut bergesekan dengan kulit. Bila kulit sudah banyak terkena abu, sebaiknya bilas atau bersihkan secara lembut terlebih dahulu, keringkan, baru aplikasikan kembali sunscreen," ucap Arini.
Di saat hujan abu lagi tebal, memakai baju tertutup dan diam di rumah justru jauh lebih efektif daripada kamu sibuk menumpuk lapisan sunscreen berkali-kali.
Ekstra Waspada Saat Berada di Rumah
Kalau abu sedang tebal di luar, langkah paling bijak adalah tetap berada di dalam ruangan. Pastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat.
Perhatian dan perlindungan ekstra wajib diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta mereka yang punya riwayat eksim atau kulit super sensitif.
Baca juga:
Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun
Kalau sehabis terpapar abu kamu malah mengalami kemerahan parah, bengkak, rasa terbakar, melepuh, atau gejalanya nggak kunjung membaik setelah dibersihkan, jangan ditunda lagi segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Dan tentunya kesehatan kulit hanya salah satu aspek. Abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat sebaiknya tetap mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah," tambah Arini.